Semangat Lepaskan Diri Kebodohan Saat Ini Masih Dibandingkan Jaman RA Kartini

Pemikiran Kartini 100 tahun lebih yang lalu menggambarkan semangat dan keinginan untuk dapat melepaskan diri dari kebodohan

Semangat Lepaskan Diri Kebodohan Saat Ini Masih Dibandingkan Jaman RA Kartini
Ist
Rektor Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta, Dr Dra Lili Musnelina, M.Si, Apt mewisuda 381 lulusan yang telah menyelesaikan studinya, Sabtu (21/4/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak hal yang dapat kita teladani dari sosok seorang Kartini, seorang perempuan yang mempunyai pemikiran yang maju dan cita-cita mulia yang mungkin tidak terpikirkan oleh kebanyakan orang masa itu.

Pemikiran Kartini yang terjadi pada akhir abad 19, pada 100 tahun lebih yang lalu menggambarkan semangat dan keinginan untuk dapat melepaskan diri dari belenggu kebodohan.

"Kita seharusnya malu, hidup pada abad 21 ini masih kalah semangat dibandingkan Kartini," kata Rektor Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta, Dr Dra Lili Musnelina, M.Si, Apt saat sambutan wisuda “Dengan Semangat Kartini, Tingkatkan Akreditasi ISTN melalui penegasan kedisiplinan kinerja dalam pelaksanaan Kalender Akademik” di Jakarta, Sabtu (21/4/2018).

Yang terlihat saat ini kita  sering menyaksikan kemalasan dalam menimba ilmu pengetahuan maupun pengalaman.

"Kita juga menemukan contoh ketidaktulusan dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran," katanya.

Baca: Terlalu Tegang Saat Diwisuda, Wisudawan Ini Malah Lakukan Sesuatu yang Dianggap Tidak Sopan!

Menurut Lili ada tiga keteladanan yang dapat kita petik dan kita terapkan dari perjalanan seorang Kartini yaitu, kreativitas, kepedulian dan keuletan dalam belajar.

"Kreativitas dalam melakukan perbaikan untuk suatu kemajuan. Kepedulian terhadap anak didik kita dan keuletan dalam belajar untuk dapat berkontribusi secara maksimal dalam perkembangan ilmu dan teknologi," katanya.

Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta mewisuda 381 lulusan yang telah menyelesaikan studinya.

Mereka terdiri dari 12 lulusan Program Diploma, 210 lulusan Program Sarjana, 148 lulusan Program Profesi Apoteker dan 11 lulusan program Pasca Magister pada semester Gasal 2017/2018.

Dengan Semangat Kartini ini pula, ISTN memberikan Beasiswa kepada siswa/i SMA/SMK/MA Sederajat yang ingin melanjutkan di Pendidikan Tinggi yakni beasiswa jalur prestasi potongan 50 persen,beasiswa Pendidikan ISTN (potongan biaya sebesar 30 -50 persen) dan beasiswa Civitas Akademika (potongan biaya sebesar 50 persen).

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved