Hampir 1.000 Mahasiswa dari Kampus Ini Akan Jalani KKN di 95 Lokasi di 6 Provinsi

Mereka merupakan mahasiswa peserta KKN angkatan ke-2 yang diberangkatkan ke 95 lokasi tujuan di enam provinsi di Tanah Air.

Hampir 1.000 Mahasiswa dari Kampus Ini Akan Jalani KKN di 95 Lokasi di 6 Provinsi
HANDOUT
Acara pelepasan mahasiswa peserta KKN angkatan ke-2 terdiri dari 952 mahasiswa menuju ke 95 lokasi tujuan di enam provinsi di Tanah Air di kampus Universitas Budi Luhur, Jakarta, Kamis (17/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Universitas Budi Luhur, Jakarta kembali menyelenggarakan program pelepasan 952 mahasiswanya untuk menjalani elakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di masyarakat. Mereka merupakan mahasiswa peserta KKN angkatan ke-2 yang diberangkatkan ke 95 lokasi tujuan di enam provinsi di Tanah Air.

Humas Universitas Budi Luhur, Liza Dwi Ratna Dewi, M.Si. dalam keterangan persnya kepada Tribunnews, Kamis (17/1/2019) menyebutkan, pelepasan mahasiswa peserta KKN angkatan ke-2 ini mengangkat tema “Mendidik Generasi Cerdas Berbudi Luhur”.

Selanjutnya mereka akan menjalani KKN di 33 lokasi di 17 kecamatan di Provinsi DKI Jakarta, 9 lokasi di 2 kecamatan, Provinsi Banten; 38 lokasi di 11 kecamatan di Provinsi Jawa Barat; serta di 9 lokasi di 3 kecamatan di Provinsi  Jawa Tengah.

Tujuan KKN berikutnya di program ini adalah 3 lokasi di 1 kecamatan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan 3 lokasi KKN di 2 kecamatan, Provinsi Jambi.

"Setiap kelompok mahasiswa yang dikirim ke setiap lokasi akan menjalani KKN lokasi selama 1 bulan. Dosen Pembimbing Lapangan yang terlibat dalam kegiatan KKN ini berjumlah 35 orang," sebut Liza Dwi Ratna. 

KKN Mahasiswa_2
Acara pelepasan mahasiswa peserta KKN angkatan ke-2 terdiri dari 952 mahasiswa menuju ke 95 lokasi tujuan di enam provinsi di Tanah Air di kampus Universitas Budi Luhur, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Liza menjelaskan, kegiatan KKN yang akan dilakukan mahasiswanya selama di daerah-daerah tersebut antara lain Program Citarum Harum, yaitu terlibat dalam program Pemerintah membersihkan Sungai Citarum yang selama ini dinilai sebagai sungai terkotor di dunia dengan target selesai dalam 7 tahun.

Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Dr. Sc.agr. Didik Sulistyanto menyatakan terima kasihnya atas kepercayaan luar biasa yang diberikan pemerintah selama ini kepada perguruan tingginya. "Sehingga kami terpilih sebagai koordinator sekitar 100 PTS untuk program KKN Citarum Harum,” ungkap Didik Sulistyanto.

Baca: Mitsubishi Sebut Biaya Perawatan Xpander Lebih Murah Ketimbang New Avanza, Apa Saja Buktinya?

Kegiatan yang dijalankan adalah membangun 50 panel solar sel di wilayah Kabupaten Karawang dan 50 panel solar sel di Pandeglang untuk kebutuhan penerangan listrik masyarakat setempat yang selama ini belum menikmati aliran listrik.

Bekerja sama dengan Yayasan Rimbo Kito, mahasiswa peserta KKN di Jambi akan terlibat dalam interaksi dengan warga Suku Anak Dalam di Kecamatan Tebo, Provinsi Jambi untuk membantu pengembangan sumber daya manusia di sana.

Program KKN kali ini juga akan membangun dan memperkenalkan jamban bagi masyarakat yang pola hidupnya masih sederhana, memperkenalkan program bank sampah di 90 lokasi, mendirikan rumah baca Rumah Cerdas Berbudi Luhur di 95 kelurahan dan membantu masyarakat untuk  melek IT.

“Kami mendukung penuh program KKN ini karena tidak saja mendidik mahasiswa Universitas Budi Luhur, tetapi juga mendidik masyarakat dalam berbagai aspek, di berbagai wilayah Tanah Air. Kebersihan berkaitan dengan sampah, kesehatan berkaitan dengan jamban, mendidik masyarakat menggunakan  IT secara benar, dan banyak lagi manfaat dari program KKN ini,” ungkap Ketua Yayasan Pendidikan Kasih Hanggoro  

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved