Untuk Ikuti UNBK di Bantul, Risti Anggraini Harus Pegangan Tali Lintasi Sungai Hingga Panjat Tangga

Perjuangan Risti Anggraini untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer di Bantul

Untuk Ikuti UNBK di Bantul, Risti Anggraini Harus Pegangan Tali Lintasi Sungai Hingga Panjat Tangga
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Siswa MA Ummatan Wasathon sedang menyeberang Kali Celeng memakai jembatan darurat, Senin (01/4/2019) 

"Pertama itu setelah ada banjir (Yang merusak jembatan permanen), dibangun jembatan darurat. Tetapi hanyut lagi. Kemarin ada getek untuk menyebrang," ucapnya.

Siswi lainnya, Suwanti menambahkan, dirinya berharap ada solusi terkait pembangunan jembatan.

Sebab, jika banjir akan menyulitkan siswa ke sekolah.

Memang ada jalan yang memutar sejauh 1 km yang nantinya bisa sampai ke sekolah melalui sisi belakang, namun kondisi jalan sempit dan licin saat hujan.

"Semoga segera ada solusi,"ucap siswi jurusan IPS itu.

Baca: Travo Meledak, Pelaksanaan UNBK Sesi III di SMK Kristen SoE Tertunda 3 Jam

Kepala MA Ummatan Washatan Subardi mengatakan, sekolah setingkat SMA itu menjadi tempat belajar untuk 65 siswa.

Saat ini terganggu aksesnya akibat jembatan permanen rusak.

Untuk solusi jangka pendek, sekolah saat ini sedang ada pembangunan jembatan darurat yang terbuat dari bambu dengan posisi yang lebih tinggi dari sungai.

Untuk jangka panjang pihaknya berharap bantuan dari pemerintah ataupun pihak swasta agar membangun jembatan permanen.

"Untuk membangun jembatan permanen sulit bagi kami. Jelas memerlukan biaya yang tinggi, sementara kami tidak punya biaya,"ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved