Survei PPIM UIN Sebut Intoleransi di Sekolah Naik

Hanya 12,16 persen anggota DPR yang menganggap soal keragaman menjadi masalah penting dalam pendidikan agama.

Survei PPIM UIN Sebut Intoleransi di Sekolah Naik
TRIBUNNEWS/FAHDI FAHLEVI
Paparan hasil survei Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (5/2/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam paparan hasil survei menyatakan, 47 persen anggota DPR responden mereka menganggap terdapat masalah pada pendidikan agama pada sekolah di Indonesia.

Sementara 53 persen menganggap pendidikan agama di Indonesia tidak memiliki masalah.

"Dari total 370 responden survei ini yang menganggap ada persoalan dalam pendidikan agama 47 persen," ujar peneliti PPIM, Sirojuddin Arif, dalam rilis survei di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2020).

Sirojuddin menambahkan dari 47 persen anggota DPR tersebut, hanya 19,46 persen yang menganggap serius kurangnya pemberian wawasan kebangsaan dalam pendidikan agama.

Hanya 12,16 persen anggota DPR yang menganggap soal keragaman menjadi masalah penting dalam pendidikan agama.

Baca: Mahfud MD Tak Setuju 600 WNI Eks ISIS Dipulangkan, Bisa Menjadi Virus. . .

Menurut Sirojudin, temuan ini mengecewakan di tengah meningkatnya intoleransi di lingkungan sekolah.

"Dalam konteks meningkatnya pandangan dan bahkan perilaku intoleran atau eksklusif di lingkungan sekolah, temuan ini menjadi kabar yang kurang menggembirakan," kata dia.

Survei PPIM dilakukan terhadap 370 anggota DPR pada akhir 2019 untuk mengetahui perhatian anggota DPR terhadap pemahaman tentang keragaman agama dalam pendidikan agama.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved