FH UMY Sabet Piala Cicero National Moot Court Competition 2020

Ada 31 delegasi dari berbagai fakultas sejumlah universitas dan sekolah tinggi ilmu hukum. Dari jumlah ini, 12 delegasi dinyatakan lolos administra

FH UMY Sabet Piala Cicero National Moot Court Competition 2020
HandOut/Istimewa
FH UMY menyabet Piala Marcus Tulius Cicero atau Marcus Tulius Cicero di ajang National Moot Court Competition (NMCC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) 2020. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FH UMY) menyabet Piala Marcus Tulius Cicero atau Marcus Tulius Cicero di ajang National Moot Court Competition (NMCC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) 2020.

Dalam ajang tersebut, delegasi dari FH UMY mengalahkan 2 delegasi dari Universitas Islam ‎Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Delekasi UMY berhasil memboyong Piala Cicero NMCC Peradi 2020 setelah dalam babak final pada Minggu (9/2), berhasil mengalahkan 2 delegasi dari Universitas Islam ‎Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).

"Pestasi ini merupakan hasil kerja keras semua anggota tim dan pihak terkait, di antaranya mengorbankan waktu liburan hingga terpaksa absen untuk belajar di kelas," ujar Perwakilan dari delegasi FH UMY, M Ramdan, dalam keterangannya, Selasa (4/2/2020).

Dari 3 finalis, Unnes dinyatakan sebagai juara kedua. Setelah itu, Supandi menyampaikan bahwa pemenang utama atau jawara yakni antara UMY dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kemudian UMY dinyatakan sebagai juara I.

Ramdan mengaku bangga timnya mendapat piala bergilir ‎Cicero NMCC Peradi 2020 dalam ajang peradilan semu (moot court) di bidang Tata Usaha Negara.

"Ini latihan kami tidak segampang, tidak semudah orang lihat, baik pemberkasan kurang lebih 4 bulan kita lewati untuk latihan sidang," ungkapnya.

Delegasi UMY meraih Piala Cicero setelah berhasil memborong 5 piala yakni panitera terbaik, saksi atau ahli terbaik, penggugat terbaik, tergugat terbaik, dan majelis hakim terbaik.

Sedangkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta meraih nominasi berkas terbaik. Masing-masing juara mendapat piala dan hadiah uang sejumlah Rp1 juta.

Sedangkan untuk juara 1 mendapat Piala Cicero dan uang tunai Rp25 juta dan beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) senilai Rp10 juta. Unnes selaku juara kedua mendapat uang tunai Rp20 juta dan beasiswa PKPA senilai Rp10 juta. Sementara itu, UIN Kalijaga mendapat hadiah Rp15 juta dan beasiswa PKPA Rp10 juta.

Ketua Panita NMCC Peradi 2020, Bambang Hariyanto, mengatakan, ‎ada 31 delegasi dari berbagai fakultas sejumlah universitas dan sekolah tinggi ilmu hukum.

Dari jumlah ini, 12 delegasi dinyatakan lolos administrasi dan bertarung di babak penyisihan.

Ke-12 delgasi tersebut yakni dari Universitas Sebelas Maret, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Sumatera Utara, Unnes, Universitas Darma Cendika‎, UMY, Universitas Krisnadwipayana, Unair, Universitas Bandar Lampung, Unhas, STIH Sumpah Pemuda, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

"Moot court competition adalah ajang bergengsi, sehingga tiap fakultas hukum siapkan tim. Tapi yang paling lazim peradilan semu ini di bidang perdata dan pidana. Di Indonesia belum ada tema Tata Usaha Negara (TUN). Oleh karena itu, Peradi ambil tema tata usaha negara," ujarnya.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved