Reshuffle Kabinet

3 'Dosa Besar' Dianggap Gagal Diselesaikan, Ikatan Guru Mengkritik Nadiem Lewat Surat Terbuka

Muhammad Ramli Rahim melayangkan kritikan terbuka kepada Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

3 'Dosa Besar' Dianggap Gagal Diselesaikan, Ikatan Guru Mengkritik Nadiem Lewat Surat Terbuka
Tribunnews.com/ Reza Deni
Mendikbud Nadiem Makarim di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim, melayangkan kritikan terbuka kepada Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

Ramli menyebut Nadiem Makarim tidak mampu menyelesaikan tiga dosa besar itu di masa awal jabatannya sebagai Menteri Jokowi.

Ramli menyebut Nadiem Makarim gagal menyelesaikan masalah besar itu.

"Sebenarnya tiga dosa besar tersebut hanyalah dampak dari buruknya sistem pendidikan kita, banyak dosa lain yang justru lebih besar yang memang murni dosa pendidikan," ujarnya.

"Diantaranya buta matematika, gagal literasi, kegagalan pendidikan karakter, pengangguran alumni SMK hingga belajar bahasa Inggris enam tahun tapi tak bisa berucap tanpa bantuan kursus," kata Ramli via keterangan tertulis kepada tribun-timur.com, Senin (24/2/2020). 

Berikut kritikan terbuka Ketum IGI Muhammad Ramli Rahim

Tiga Dosa Besar Pendidikan Versi Nadiem Hanya Akibat, Bukan Akar Masalah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyebutkan ada tiga dosa besar dalam dunia pendidikan. Ketiga dosa tersebut yakni intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan.

Sebenarnya tiga dosa besar tersebut hanyalah dampak dari buruknya sistem pendidikan kita, banyak dosa lain yang justru lebih besar yang memang murni dosa pendidikan diantaranya buta matematika, gagal literasi, kegagalan pendidikan karakter, pengangguran alumni SMK hingga belajar bahasa Inggris enam tahun tapi tak bisa berucap tanpa bantuan kursus.

Jeleknya kurikulum, buruknya tata kelola dan rendahnya kualitas guru menjadi penyebab semua masalah itu yang menyebabkan siswa tak senang belajar dan berujung pada stres.

Para pentolan dan pendahulu IGI kini mengembangan gerakan pemberantas buta matematika atau GERNAS TASTAKA justru bekerja lebih nyata dalam mengobati dosa-dosa pendidikan.

Rendahnya kualitas guru terus dikejar peningkatannya oleh IGI dengan melatih ratusan ribu guru di Indonesia agar mampu memberikan pembelajaran yang menyenangkan.

Halaman
1234
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved