Virus Corona

Nadiem: PJJ Terpaksa Dilakukan untuk Melindungi Kelompok Rentan dari Covid-19

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengakui pembelajaran tatap muka merupakan skema pembelajaran y

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah siswa SD mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui saluran televisi satelit Bandung 123 di ruangan utama masjid di RW 05, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Selasa (13/10/2010). Kanal TV Satelit Bandung 132 ini diluncurkan Pemerintah Kota Bandung dengan menayangkan program Padaringan (Pembelajaran Dalam Jaringan) berisi ratusan konten video mata pelajaran dari tingkat SD hingga SMP sebagai alternatif pembelajaran jarak jauh bagi siswa di masa pandemi Covid-19. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengakui pembelajaran tatap muka merupakan skema pembelajaran yang paling ideal.

Menurut Nadiem, pembelajaran tatap muka memberikan manfaat paling optimal untuk siswa.

"Kita ingin semua anak-anak tetap tatap muka sekolah, karena itu yang paling ideal itu yang paling optimal buat anak-anak," ujar Nadiem dalam webinar Cerita di Kemenkeu Mengajar yang disiarkan channel Youtube Kemenkeu RI, Senin (26/10/2020).

Nadiem mengatakan pemerintah terpaksa menetapkan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi untuk menghindari penyebaran virus corona.

Baca juga: KPAI Minta PJJ di Gowa Dievaluasi Akibat Pelajar Bunuh Diri

Dirinya menilai penularan Covid-19 dapat semakin cepat, jika sekolah tidak ditutup.

"Bayangkan apa yang akan terjadi kalau misalnya sekolah-sekolah itu di awal pandemi tidak ditutup. Apa yang akan terjadi, dari sisi penyebaran virus," ucap Nadiem.

Menurutnya, cara ini untuk melindungi masyarakat terutama anak-anak dan kelompok rentan yang berpotensi tertular Covid-19.

Baca juga: Bosan PJJ Alasan Siswa SMK Ikut Demo UU Cipta Kerja, Ada yang Dibayar Rp 5.000

Cara ini, menurutnya, paling ampuh untuk menghentikan penularan Covid-19. Meski efektivitas pembelajaran jarak jauh tidak sebaik pembelajaran tatap muka.

"Kita melakukan PJJ ini karena terpaksa, karena terpaksa untuk melindungi anak-anak kita, guru-guru kita, orang tua mereka apalagi. Melindungi yang lebih lagi paling rentan oleh orang tua mereka dan kakek nenek mereka yang di rumah," pungkas Nadiem. 
 

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved