Breaking News:

Ragam Pusaka Pangeran Diponegoro Dipamerkan Kemendikbud di Gelaran Ini

Hilmar Farid mengatakan pameran ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai kekayaan budaya Indonesia.

Kolase Tribunnews (Wikipedia dan Biro Pers Sekretariat Presiden)
Mengenal Lebih Dekat Keris Peninggalan Pangeran Diponegoro, dari Makna Filosofis hingga Simbolis 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro, "Pamor Sang Pangeran" dengan menampilkan sosok Pangeran Diponegoro dalam bentuk yang kekinian di Museum Nasional Jakarta.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid mengatakan pameran ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai kekayaan budaya Indonesia.

"Upaya untuk memperkenalkan secara langsung koleksi yang berharga kepada publik. Kita menggunakan media baru untuk mengkomunikasikan kekayaan kita kepada masyarakat," ujar Hilmar dalam sambutannya pada konferensi pers secara daring, Rabu (28/10/2020) malam.

Hilmar menekankan pentingnya agar masyarakat mengetahui tentang sejarah serta kebudayaan Indonesia.

Baca juga: Sejarawan: Keris yang Dikembalikan Belanda Tak Termasuk Pusaka Utama Pangeran Diponegoro

"Kita ingin agar benar-benar koleksi kita bisa diminati publik, tidak lain untuk memajukan pemahaman sejarah dan kebudayaan Indonesia secara utuh," tutur Hilmar.

Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional tahun 2020.

Baca juga: Perjalanan Panjang Keris Naga Siluman Pangeran Diponegoro Sebelum Kembali ke Indonesia

Pameran ini bakal berlangsung mulai 31 Oktober-26 November 2020. Pelaksanaan pameran bakal diterapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pengunjung dapat melihat pameran pada pukul 10.00 – 16.00 WIB, dalam lima sesi dengam durasi tiap sesi 1 jam. Kuota pengunjung tiap sesi 25 orang.

Pengunjung diwajibkan mendaftarkan diri secara online di laman website PKN. Pameran dilakukan di Ruang Pameran Temporer Gedung B Museum Nasional.

Pameran “Pamor Sang Pangeran” ini diharapkan bisa menyajikan sesuatu yang berbeda sesuai dengan menggabungkan antara unsur sejarah dengan masa kekinian.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved