Breaking News:

Pemikiran Soekarno Lampaui Zaman, Rektor UNJ Beberkan Gagasan Sang Proklamator soal Kota Mahasiswa

Di kampus semestinya dirancang dan dikaji bangunan masa depan peradaban bangsa dengan membekali generasi muda ilmu pengetahuan, keterampilan,seni

ist
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada webinar “Dari Rawamangun untuk Indonesia: Menapaki Jejak Pemikiran Soekarno tentang City of Intellect (Kota Mahasiswa)”, Rabu (4/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemikiran Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Soekarno, mengenai pendidikan nasional ternyata memiliki visi jauh dan melampaui zamannya. 

Hal itu terungkap dalam seminar yang digelar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) membahas jejak pemikiran Soekarno tentang Kota Mahasiswa atau City of Intellect.

Rektor UNJ Prof Dr. Komarudin Msi menjelaskan, pada 15 September 1953, Bung Karno meresmikan prasasti pendirian UNJ dengan kampusnya di Rawamangun, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari Universitas Indonesia (UI). 

"Presiden Soekarno meletakkan prasasti di Gedung Daksinapati yang sekarang gedung Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, yang menyatakan bahwa kawasan Kampus ini sebagai 'Kota Mahasiswa' Jakarta," kata Komarudin.

Hal itu disampaikannya dalam webinar bertemakan “Dari Rawamangun untuk Indonesia: Menapaki Jejak Pemikiran Soekarno tentang City of Intellect (Kota Mahasiswa)”, Rabu (4/11/2020).

Istilah 'Kota Mahasiswa' kelihatannya belum dikenal secara meluas pada masa itu. 

Kata Komarudin, istilah ini terlihat baru populer setelah Quacquarelli Symonds (QS) bersama Times Higher Education (THE) mempublikasikan hasil studi pemeringkatan kota-kota mahasiswa terbaik di dunia pada 2010.

Baca juga: Aksi Penembakan dan Serangan Bom Bunuh Diri Sasar Universitas Kabul, 10 Mahasiswa Tewas

Ada sejumlah kriteria dan persyaratan Kota Mahasiswa berdasarkan laporan QS. Dan ternyata kampus UNJ dan Kampus UI di Salemba, Jakarta Pusat, sejalan dengan kriteria sebagai 'Kota Mahasiswa' itu. 

"Uniknya ini baru muncul setelah 57 tahun peletakan Prasasti Soekarno di Kampus Rawamangun. Ini berarti pemikiran Soekarno 57 tahun lebih maju dibanding dengan perkembangan pemikiran masyarakat internasional," ulasnya.

Halaman
123
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved