Breaking News:

Nadiem Ingin Orang Tua Mengerti Kesulitan Guru dan Murid Dalam Menjalani PJJ

Dalam menjalani PJJ, sekolah banyak merombak cara pembelajaran. Serta beradaptasi dengan pembelajaran daring.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilusstrasi: Sejumlah siswa SD mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui saluran televisi satelit Bandung 123 di ruangan Kantor RW 05, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Selasa (13/10/2010). Kanal TV Satelit Bandung 132 ini diluncurkan Pemerintah Kota Bandung dengan menayangkan program Padaringan (Pembelajaran Dalam Jaringan) berisi ratusan konten video mata pelajaran dari tingkat SD hingga SMP sebagai alternatif pembelajaran jarak jauh bagi siswa di masa pandemi Covid-19. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan banyak orang tua yang melakukan kritik kepada sistem sekolah dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dirinya meminta orang tua untuk mengerti kesulitan yang dihadapi oleh siswa dan guru dalam PJJ.

"Saya ingin orang tua harus mengerti betapa besarnya perubahan ini untuk anak dan guru," kata Nadiem saat live Instagram bersama Unicef Indonesia, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: FSGI: PJJ Masih Banyak Kendala, Siswa Tak Punya Gawai dan Kuota Hingga Rasa Bosan

Dalam menjalani PJJ, sekolah banyak merombak cara pembelajaran. Serta beradaptasi dengan pembelajaran daring.

Jaringan internet yang tidak stabil juga menjadi kendala dalam PJJ. Hingga suasana yang tidak kondusif untuk belajar dari rumah.

Baca juga: Nadiem Ungkap Selama PJJ Banyak Kekerasan Terhadap Anak Tidak Terdeteksi Guru

"Mereka harus dalam waktu beberapa bulan merombak cara pembelajaran mereka secara online dan dengan berbgai tantangan yang ada," ujar Nadiem.

Mantan CEO Gojek ini meminta para orang tua bersabar dalam mendampingi anaknya menjalani PJJ.

Baca juga: Nadiem Ungkap Selama PJJ Banyak Kekerasan Terhadap Anak Tidak Terdeteksi Guru

Keterlibatan orang tua, menurut Nadiem, sangat penting untuk menentukan efektivitas PJJ.

"Jadinya yang ingin saya bilang kepada orang tua adalah kesabaran, dan juga kesadaran yang akan membuat apakah anak-anak itu tetap belajar dan terus progres di masa PJJ ini," ucap Nadiem.

Potensi loss learning, menurut Nadiem, perlu dihindari orang tua dengan memberikan pendampingan yang ideal dalam PJJ.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved