Breaking News:

BPSDMI Buka Program Setara D1 di Magetan, Lulusannya Jago Wirausaha Produk Kulit

Program ini merupakan kerja sama antara Kemenperin dengan Pemerintah Kabupaten Magetan untuk mendorong industri produk kulit

TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pekerja mengepres kulit untuk lapisan dalam sepatu kulit ular di rumah produksi di Jalan Jamika, Kota Bandung, Senin (9/10/2017). Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mitra binaan Bank Indonesia ini memproduksi tas, sepatu, jaket, dompet, dan ikat pinggang dari bahan kulit ular dan biawak yang dipasarkan hingga Singapura, Korea Selatan, Hongkong, dan Rusia. Produk tersebut dijual seharga Rp 200 ribu - Rp 3,5 juta per item. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian melalui Politeknik ATK Yogyakarta membuka Program Pendidikan Setara Diploma Satu Pengolahan Produk Kulit di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Kabupaten Magetan dipilih karena dikenal sebagai sentra pengolahan industri kulit yang memasok kulit, serya produk kulit ke wilayah Jawa dan sekitarnya.

Kepala BPSDMI Kemenperin, Arus Gunawan mengatakan program ini merupakan kerja sama antara Kemenperin dengan Pemerintah Kabupaten Magetan untuk mendorong industri produk kulit di Magetan secara khusus.

"Program setara D1 ini sejalan dengan tekad Kemenperin yang menargetkan kinerja industri penyamakan kulit pada akhir tahun 2020 akan tumbuh satu persen dari realisasi 2019. Kami proyeksi industri ini akan terus tumbuh positif dibarengi dengan penanganan pandemi Covid 19 yang semakin baik," ungkap Arus.

Baca juga: Penggunaan Teknologi Virtual Reality Kian Meluas, SIS Group Gunakan untuk Belajar Siswa di Jakarta

Upaya yang dilakukan Kemenperin ini sebagai langkah untuk menciptakan tenaga kerja kompeten, sehingga bisa memacu daya saing industri produk kulit.

Baca juga: BNI Hibahkan 1 Unit Bus Kampus ke Universitas Mercu Buana

Menurut data Kemenperin, industri penyamakan kulit nasional dapat memproduksi 23,5 juta lembar atau 250.000 kaki persegi kulit jadi per tahun.

Potensi ini perlu dioptimalkan seiring dengan langkah untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan bahan bakunya.
 

"Jadi, sungguh tepat program penguatan industri berbasis komiditas unggulan daerah dilakukan melalui program pendidikan vokasi, yang penyelenggaraannya berkerjasama dengan pemerintah daerah," kata Arus.

Seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk Program setara D1 di Politeknik ATK Yogyakarta ini telah berlangsung sejak Januari hingga Februari lalu, dengan hasil yang diterima sebanyak 37 mahasiswa.

Pendidikan setara D1 ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program link and match dengan industri dan bersifat tailor made, yakni sesuai dengan kebutuhan industri yang diselenggarakan selama satu tahun dan lulusannya langsung diserap kerja oleh industri.

"Selain itu, tujuan dari program ini adalah untuk mendorong kewirausahaan di daerah tersebut," imbuh Arus.
 

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved