Penanganan Covid
Penurunan Kasus Covid-19 Jadi Salah Satu Alasan Satgas Covid-19 Dukung PTM Terbatas
Pemerintah secara resmi mengumumkan aturan pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, Selasa (30/3/2021
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah secara resmi mengumumkan aturan pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, Selasa (30/3/2021).
Salah satu alasan yang membuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memberikan dukungan dibukanya kembali pembelajaran tatap muka adalah menurunnya kasus covid, yang dibuktikan dari peta zonasi risiko per 28 Maret 2021.
Juru Bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito mengatakan peta zonasi penularan relatif membaik dibanding sebelumnya.
Sudah banyak peta zona yang kuning dan oranye semenjak mulai diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.
“Memang sebelumnya sempat banyak yang merah, tapi sekarang kondisinya relative sedang dan rendah, ini tetap harus dijaga dan diperbaiki,” kata Wiku di konferensi pers SKB 4 menteri terkait PTM, Selasa (30/3/2021).
PTM diharapkan juga memperhatikan zonasi yang ada di tingkat kota dan kabupaten, sehingga ia meminta kepala daerah dan Satgas daerah melakukan kendali bila ada penularan di sekolah.
Walaupun ia tak menampik setiap daerah simulasinya tentu akan berbeda-beda karena kondisinya yang juga berbeda-beda.
Baca juga: Mendagri: APBD, BTT, dan Dana Penanganan Covid-19 Dapat Digunakan Untuk Dukung PTM di Sekolah
“Kita simulasi, kita lakukan PTM sesuai simulasi yang pas. Bila ada apa-apa, posko dan satgas di daerah bersiap untuk mengendalikan,” ujarnya.
Satgas mengungkapkan bahwa 14 persen dari total kasus covid-19 di Indonesia terjadi pada anak usia sekolah.
Terbanyak di rentang usia 7-12 tahun sebesar 49.962 kasus dan di rentang usia 16 – 18 tahun sebesar 45.888 kasus.
Prof Wiku mengingatkan dalam situasi kedaruratan kesehatan masyarakat, semua pihak harus sangat bijaksana dan berhati-hati, tapi tetap mendorong kegiatan yang produktif dan aman dari penularan covid.
Oleh karena itu, protokol kesehatan benar-benar ditegakkan dan kebijakan harus dilakukan berlapis untuk memastikan semua aman.
“Kita harus menjaga mereka agar tetap sehat dan produktif untuk belajar,” ujarnya.
Jubir Satgas itu juga mendorong vaksinasi untuk menciptakan ketahanan masyarakat.
Prof Wiku mengatakan pihaknya akan terus melakukan monitoring dan persiapan koordinasi di setiap minggunya yang berkaitan dengan PTM terbatas ini, baik di tingkat pusat hingga daerah.
“Kami berharap Pemda benar-benar melakukan simulasi untuk memastikan semua kondisi siap, mulai dari anak berangkat sekolah sampai kembali lagi ke rumah. Semua proses itu harus pada tatanan aman, baik kepada anaknya, guru, lingkungan termasuk pada keluarga di rumah,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pemkot-surabaya-gelar-uji-coba-ptm-selama-2-minggu_20201207_155130.jpg)