Breaking News:

Penanganan Covid

Satgas Covid-19: Anak PAUD Hingga SD Perlu Bimbingan Terapkan Prokes Saat Pembelajaran Tatap Muka

Falla mengatakan anak-anak pada jenjang PAUD dan SD membutuhkan bimbingan dalam menjalankan protokol kesehatan.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Siswa mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di SDN Kenari 08 Pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di 85 sekolah hari ini, Rabu hingga 29 April 2021 mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Satgas Nasional Penanganan Covid-19 Subbidang Mitigasi Falla Adinda mengatakan siswa sekolah yang berada dalam jenjang terkecil membutuhkan bimbingan dalam menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas.

Falla mengatakan anak-anak pada jenjang PAUD dan SD membutuhkan bimbingan dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Masalah akan datang nanti ketika anaknya masih kecil-kecil. Seperti playgroup, PAUD, ataupun SD yang masih kecil gitu yang anaknya harus kita bimbing lebih jauh. supaya mereka bisa taat pada protokol kesehatan gitu," ucap Falla dalam Talkshow Pendidikan di Masa Pandemi yang disiarkan channel Youtube Cerdas Berkarakter Kemdikbud, Rabu (7/4/2021).

Menurut Falla, siswa pada jenjang yang lebih tinggi lebih mudah untuk ditanamkan ketaatan untuk menjalankan protokol kesehatan.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Piala Menpora 2021, PT LIB: Ada Pemain yang Kena

Penerapan protokol kesehatan yang ketat wajib dilaksanakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah saat pembelajaran tatap muka terbatas.

"Kalau yang mungkin yang sudah dewasa gitu ya seperti misalnya SD kelas 6, atau SMP kelas 1, SMA kelas 1 sudah bisa kita bilangin untuk melakukan tanggung jawab yang menjaga orang lain dam menjaga dirinya sendiri," ungkap Falla.

Baca juga: Update Vaksinasi: 13 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Telah Disuntikkan

Dirinya menilai banyak aspek yang perlu dipersiapkan oleh guru dan orang tua untuk mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas.

"Nah itu akan banyak sekali yang harus dipertimbangkan dan juga harus dijalankan untuk orang tuanya, untuk anaknya juga. Apalagi untuk anak-anak yang masih kecil," pungkas Falla.

Seperti diketahui, Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menggelar pembelajaran tatap muka terbatas untuk para satuan pendidikan di Indonesia.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan sekolah wajib menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas, setelah para pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut seluruhnya divaksin.

Baca juga: Mutasi Virus Covid-19 Kian Marak, Berikut Langkah yang Harus dilakukan

"Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di dalam satu sekolah sudah divaksinasi secara lengkap. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau kantor Kemenag mewajibkan ya ya, mewajibkan satuan pendidikan tersebut menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan," ujar Nadiem dalam konferensi pers virtual, Selasa (30/3/2021).

Keputusan ini ditetapkan melalui Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Dan Menteri Dalam Negeri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Berita terkait

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved