Breaking News:

Kurikulum Sekolah

Kemendikbud Revisi Kurikulum SMK untuk Sesuaikan Kebutuhan Tenaga Kerja Industri

Mengundang 59 industri di Indonesia Kementrian Pedidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) berencana merevisi kurikulum Sekolah Menengan Atas (SMK).

TRIBUNNEWS.COM/HO
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan kebutuhan tenaga kerja industri pada SMK. 

TRIBUNNEWS.COM - Mengundang 59 industri di Indonesia, Kementerian Pedidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) berencana merevisi kurikulum Sekolah Menengan Kejuruan (SMK).

Tujuan dari mengundang 59 industri tersebut adalah menyesuaikan kebutuhan industri akan tenaga kerja.

Mengingat lulusan SMK diorientasikan untuk dapat bekerja di industri sesuai kejuruannya.

Melansir laman resmi kemdikbud.go.id, dari 59 industri yang diundang Kemendikbud tersebut antara lain PT Waskita Karya, PT Astra Internasional Tbk, ASPERINDO, PT IKI, PLN, PT Telkom, Djarum Foundation, dan PT. Bank Muamalat Indonesia.

Baca juga: Kemendikbud: SMK Pusat Keunggulan Bukan untuk Bentuk Sekolah Favorit

Baca juga: Sekarang, Guru SLB dan SMK Bisa Daftar Program Guru Penggerak Angkatan 4

Dari pertemuan tersebut, diharapkan Kemendikbud dapat menyerap kebutuhan industri akan keterampilan tenaga yang sedang dibutuhkan.

Masukan dari industri tersebut akan dijadikan oleh Kemendikbud sebagai bahan untuk merevisi kurikulum SMK.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbud, Wikan Sakarinto, menegaskan kepada kepala SMK bahwa kurikulum SMK harus siap setiap saat diintervensi oleh industri.

“Inilah kurikulum yang ingin kita ciptakan bersama. Semoga dalam konteks input, proses output dan dan outcome ini benar-benar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri,” ujar Wikan Sakarinto dalam sambutannya pada Selasa (20/04/2021).

Baca juga: Nadiem: SMK Masih Sulit Menjawab Kebutuhan Dunia Kerja

Baca juga: Kemendikbud Keluarkan 5 Formula Program Kembangkan Potensi Mahasiswa Vokasi

Wikan menyampaikan, pengembangan kurikulum SMK ini tidak bisa lepas dari program link and match yang memuat paket 8+i.

“Paket komplit ini senantiasa melibatkan dunia usaha dan dunia industri di segala aspek penyelenggaraan pendidikan vokasi,” jelas Dirjen Diksi ini.

Halaman
1234
Penulis: Triyo Handoko
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved