Breaking News:

Kesenjangan Masih Jadi Problem Pendidikan Meski APBN Besar, Kemendikbud Ungkap Faktanya

Kesenjangan pendidikan masih jadi permasalahan pendidikan di Indonesia meskipun dana APBN untuk pendidikan dinilai cukup besar, yakni 20 persen dari

Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kesenjangan pendidikan masih jadi permasalahan pendidikan di Indonesia meskipun dana APBN untuk pendidikan dinilai cukup besar, yakni 20 persen dari total anggaran pembelanjaan negara.

Bahkan total guru di Indonesia tahun ajaran 2020/2021 mencapai 2.698.103 orang.

Faktanya terdapat permasalahan yang cukup kompleks terkait kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia, seperti yang dipaparkan Profesor Nizam, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dari Kemendikbud pada Senin (3/5/2021).

Di webinar yang diselenggarakan Universitas Terbuka (UT), Prof Nizam mengatakan pekerjaan rumah terbesar pemerintah adalah meningkatkan kualitas pendidikan yang problemnya ini sangat kompleks.

Jangankan di daerah terpencil, kesenjangan pendidikan antar wilayah di DKI Jakarta saja masih terlihat.

Contohnya di DKI, kesenjangan pendidikan antara Jakarta Selatan dengan Jakarta Utara, apalagi masuk ke Kepulauan Seribu kesenjangannya sangat besar.

“Kenapa? Karena tidak banyak guru yang berkualitas atau guru yang unggul mau ditempatkan di daerah yang terpencil tadi,” kata Prof. Nizam, Senin (3/5/2021).

Belum lagi adanya kebijakan bahwa pendidikan dasar dan menengah itu menjadi bagian dari otonomi daerah, sehingga pengendalian kualitasnya tidak bisa dilakukan secara terpusat.

Banyak sekali survei dan parameter yang diukur, kesenjangan antara daerah sangat tinggi dan kerap dikaitkan dengan isu politik.

Baca juga: Esensi Hari Pendidikan Nasional, Bagi Kehidupan dan Masa Depan Bangsa Indonesia

“Ketika bupatinya konsen dengan pendidikan, pendidikannya maju. Tapi jika bupatinya konsen pada yang lain, pendidikannya tertinggal,” kata Nizam.

Halaman
12
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved