Breaking News:

Kemendikbudristek Rencanakan Startup Digital Jadi Mata Kuliah Wajib

Kemendikbudristek akan bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait rencana tersebut.

ist
Ilustrasi Startup 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ditjen Dikti Kemendikbudristek berencana menjadikan Startup Digital sebagai mata kuliah wajib mahasiswa pada tahun 2022.

Sesditjen Dikti Kemendikbudristek Paristiyanti Nurwardani mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Program ini akan dipersiapkan mulai tahun ini untuk memberikan pelatihan startup kepada dosen yang nantinya akan mengampu mata kuliah tersebut," ujar Paris melalui keterangan tertulis, Selasa (11/5/2021).

Kemendikbudristek dan Kominfo berencana membentuk Gerakan 1000 Startup Nasional. Gerakan ini berusaha meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam membangun startup. 

Baca juga: Klaim Kesiapan Pembukaan Sekolah Capai 80%, Kemendikbudristek Diminta Perbanyak Simulasi

Langkah ini, menurut Paris, sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar: Kampus Merdeka yang memberi hak bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studinya namun tetap memperoleh SKS.

"Nantinya, tim yang lolos seleksi pengembangan startup akan mendapatkan bimbingan yang lebih intensif agar bertahan jangka panjang serta bisa masuk ke platform Kedaireka atau inkubator bisnis kampus," tutur Paris.

Program 1000 Startup Digital akan dikemas dalam beberapa tahapan yang berguna untuk memberikan wadah bagi setiap pegiat startup untuk bisa belajar sesuai dengan kebutuhan pengetahuan dari tingkat dasar hingga siap untuk dites pasar. 

Terdapat enam tahapan untuk para startup founder, yakni Ignition, seminar daring yang memberikan pemahaman dari para pelaku dan regulator industri startup;

Lalu Networking berupa kegiatan berjenjang dengan peserta lainnya di daerah masing-masing. Kemudian Workshop, pembekalan pengetahuan teknis dan nonteknis membangun startup dari ide hingga launching.

Selanjutnya, Hacksprint yakni aktivitas brainstorming ide hingga menjadi produk minimum siap uji yang akan berlangsung selama 3 hari secara online dan offline bersama mitra coworking di masing-masing kota.

Kemudian Bootcamp, melakukan validasi customer dengan bimbingan mentor program, UX, dan bisnis melalui video response.

Terakhir Incubation, yakni 1-on-1 mentoring bersama dedicated mentor dan akselerasi 1 key metric utama selama 4 minggu.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved