Breaking News:

Mengenal Seni Rupa Terapan, Berikut Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Simak inilah pembahasan mengenai pengertian seni rupa terapan, lengkap beserta fungsi dan jenis-jenisnya.

TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ketua Umum Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) Paulus Pangka mengamati sejumlah lukisan dari limbah kulit bawang putih karya murid SMP N 1 Semarang saat pemecahan rekor LEPRID pameran 1.001 lukisan tersebut di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (26/3/2021). Ini pembahasan mengenai pengertian seni rupa terapan, lengkap beserta fungsi dan jenis-jenisnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini pengertian seni rupa terapan, lengkap beserta fungsi dan jenis-jenisnya.

Karya seni rupa terapan disebut juga karya seni rupa aplikatif, yakni karya seni rupa yang telah diterapkan atau diaplikasikan pada bentuk-bentuk fungsional.

Bentuk fungsional tersebut merupakan segala bentuk yang dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Baca juga: Mendorong Industri Batik Tulis dan Lurik di Masa Pandemi

Baca juga: Lukisan Gua Tertua di Dunia Ada di Sulawesi, Ada Gambar Tiga Ekor Babi Kutil di Leang Tedongnge

Fungsi karya seni dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi aplikasi.

Karya seni dikatakan berfungsi estetis jika karya seni tersebut sengaja dibuat untuk dinikmati keindahannya saja, misalnya lukisan-lukisan dan patung-patung tanah liat.

Sebaliknya, suatu karya seni dikatakan berfungsi aplikasi jika karya seni tersebut sengaja dibuat untuk digunakan atau difungsikan sebagai alat, wadah, pakaian, perhiasan, atau hiasan bangunan.

Pengunjung saat melihat-lihat pameran seni rupa InterCov-19 dengan mengangkat tema Creative Freedom to The Heal the Nation (Artists Respond To Pandemic) di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2020). Pameran ini diikuti kurang lebih 200 karya seni meliputi hasil seni lukis, seni grafis, dan seni patung, foto digital dan lain-lain. Pameran ini merupakan bentuk dukungan Perpusnas untuk mendukung langkah seniman agar kembali bangkit akibat terdampak pandemi virus corona (Covid-19) dengan tetap menghasilkan suatu karya yang memberikan pesan moral positif. Tribunnews/Jeprima
Pengunjung saat melihat-lihat pameran seni rupa InterCov-19 dengan mengangkat tema Creative Freedom to The Heal the Nation (Artists Respond To Pandemic) di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2020). Pameran ini diikuti kurang lebih 200 karya seni meliputi hasil seni lukis, seni grafis, dan seni patung, foto digital dan lain-lain. Pameran ini merupakan bentuk dukungan Perpusnas untuk mendukung langkah seniman agar kembali bangkit akibat terdampak pandemi virus corona (Covid-19) dengan tetap menghasilkan suatu karya yang memberikan pesan moral positif. (Tribunnews/JEPRIMA)

Jenis-jenis Karya Seni Rupa Terapan

1. Karya Seni Keramik

Karya keramik dalam bentuk seni terapan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Bentuk karya seni keramik terapan di antaranya berupa perlengkapan makan dan minum, guci, peralatan memasak, serta hiasan bangunan.

Lombok merupakan salah satu daerah penghasil gerabah atau keramik yang terkenal.

Gerabah atau keramik dari daerah Lombok memiliki keistimewaan tersendiri, yakni dihiasi dengan anyaman rotan.

Daerah lainnya yang juga terkenal sebagai penghasil keramik atau gerabah yaitu Kasongan (Yogyakarta), Bayat (Klaten), dan Purwakarta(Jawa Barat).

2. Karya Seni Ukir

Seni ukir terapan yang dapat dilihat misalnya pada mebel, hiasan bangunan, bingkai lukisan, dan bingkai cermin.

Daerah-daerah yang terkenal dengan karya seni ukirnya yaitu Toraja, Bali, dan Jepara.

Tiap daerah tersebut memiliki ciri atau keistimewaan tersendiri.

Keistimewaan itu terdapat dalam motif hias, bahan, maupun teknik pembuatannya.

Hampir semua motif hias pada ukiran Toraja berupa motif hias geometris yang tidak dapat ditemukan pada karya ukiran dari daerah lain.

Lain halnya dengan ukiran Bali yang kebanyakan bersifat naturalis.

Ukiran bali kebanyakan berupa ukiran daun yang cembung dan gemuk, bentuk-bentuk mitologi kepala raksasa, gajah, dan naga.

Baca juga: 4 Jenis Pola Lantai dalam Seni Tari, Berikut Fungsi dan Tujuannya

Baca juga: Ilmuwan Temukan Gambar Tersembunyi pada Lukisan Mona Lisa

3. Karya Seni Tekstil

Seni tekstil dalam bentuk seni terapan di antaranya berupa kain batik, sarung tenun, dan aneka sulaman.

Karya seni tekstil tersebut diaplikasikan pada benda-benda pakai, misalnya pakaian, taplak meja, sarung bantal, dan tas.

Di Indonesia batik dibuat di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa.

Dua kota di wilayah Jawa Tengah yang paling produktif menghasilkan batik adalah Surakarta dan Pekalongan.

Batik surakarta dan batik pekalongan memiliki keunikan tersendiri.

Ragam hias pada batik surakarta mengandung beberapa simbol, contohnya ragam hias sawat atau lar menyimbolkan mahkota atau penguasa, ragam hias meru menyimbolkan gunung atau tanah, dan ragam hias naga melambangkan banyu atau air.

Warna-warna batik surakarta monoton, dan didominasi oleh warna-warna gelap, misalnya hitam, cokelat, dan merah marun.

Sebaliknya, batik pekalongan lebih variatif dalam warna dan ragam hiasnya pun naturalistik.

4. Karya Seni Topeng

Selain berfungsi sebagai properti tari, topeng juga sering difungsikan sebagai hiasan dinding.

Daerah yang terkenal akan kerajinan topeng yaitu Surakarta, Bali, dan Jawa Barat.

Topeng bali didominasi oleh bentuk raksasa jahat dengan lidah panjang yang menjulur keluar.

Topeng surakarta bercirikan rias wayang orang gaya Surakarta, yaitu ksatria yang digambarkan dengan wajah putih, mata sipit, dan bibir demes atau rapi.

Topeng jawa barat mendekati penggambaran wayang golek sunda dengan ciri umum humoris atau jenaka.

5. Karya Seni Kerajinan Perak

Kotagede di Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan seni kerajinan perak.

Adapun jenis-jenis kerajinan yang dihasilkan antara lain: aneka perhiasan, penahan tirai, penahan kawat nyamuk, dan miniatur becak.

Sumber: Buku Seni Budaya dan Keterampilan Kelas IV SD/MI, Ari Subekti, Rantinah, Supriyantiningtyas (2010).

(Tribunnews.com/Latifah)

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved