Breaking News:

Muncul Gerakan Desak Jokowi Cabut Statuta UI dari Civitas Kampus Universitas Indonesia

Civitas akademika Universitas Indonesia membentuk Gerakan Peduli UI yang menuntut dicabutnya PP Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI.

HALO KAMPUS
Kampus Universitas Indonesia di Kota Depok. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Civitas akademika Universitas Indonesia membentuk Gerakan Peduli UI yang menuntut dicabutnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia.

Gerakan Peduli UI yang terdiri dari mahasiswa, guru besar, dosen, dan tenaga kependidikan UI ini menilai PP 75 tahun 2021 mengandung cacat formil dan materiil, 

"Menuntut pemerintah mencabut PP Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia," tulis pernyataan sikap Gerakan Peduli UI yang diterima Tribunnews.com, Rabu (28/7/2021).

Gerakan Peduli UI juga menuntut pelibatan empat organ (Majelis Wali Amanat, Rektor, Senat Akademik, dan Dewan Guru Besar) dan partisipasi aktif seluruh sivitas akademika UI dalam proses revisi Statuta Universitas Indonesia. 

Baca juga: Revisi Statuta UI Disorot, Bambang Brodjonegoro: Bertepatan dengan Isu Rangkap Jabatan Rektor UI

Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra yang menjadi inisiator gerakan ini, menilai statuta baru UI memiliki cacar formil. 

"Gerakan ini bentuk kepedulian sivitas UI yang melihat statuta baru ini cacat formil dan materiil," ujar Leon kepada Tribunnews.com, Rabu (28/7/2021). 

Baca juga: Mendikbudristek Nadiem Makarim: Usulan Perubahan Statuta UI Sudah Sejak 2019

Hingga pukul 15.00 WIB hari ini, pernyataan sikap ini sudah diisi oleh 109 Organisasi/UKM/Komunitas mahasiswa, 71 guru besar dan dosen, 199 individu mahasiswa, dan Paguyuban Pekerja UI (PPUI). 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved