Breaking News:

9 SMK dan 13 Pendidikan Tinggi di Bawah Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan dari Jerman dan Swiss

Sistem pendidikan tersebut nantinya akan diterapkan pada sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 12 pendidikan tinggi di bawah naungan

ist
Ilustrasi pendidikan vokasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkolaborasi dengan perwakilan pemerintah Jerman dan Swiss melalui Deutsche Gesselschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan Swiss State Secretariat for Economic Cooperation (SECO) dalam mengadopsi sistem pendidikan dual system.

Sistem pendidikan tersebut nantinya akan diterapkan pada sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 12 pendidikan tinggi di bawah naungan BPSDMI Kemenperin yang bersifat spesifik dan teknis.

Baca juga: Kemendikbudristek: Pendidikan Vokasi Percepat Pembangunan SDM di Desa

"Saya ingin terus mengajak bapak Duta Besar RI di Jerman dan Swiss untuk menjembatani kerja sama antara unit pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia agar dapat Go Internasional," tutur Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (28/9/2021).

Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein Muliaman Darmansyah Hadad, berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan keterampilan profesional melalui pendidikan vokasi guna mengurangi tingkat pengangguran sehingga dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.

Swiss menjadi negara yang sudah lama mendukung pendidikan vokasi di Indonesia dan hubungan Indonesia-Swiss telah semakin meningkat, tidak hanya antar pemerintah tetapi juga antar pebisnis dan people to people.

Baca juga: Dukung Pengembangan SDM Vokasi, Kompas Gramedia Dirikan Multimedia Nusantara Polytechnic

"Saat ini, Indonesia dan Swiss juga dalam proses rencana penandatanganan Young Professional Agreement. Penandatangan kesepakatan ini diharapkan terjadi dalam waktu dekat sehingga entry into force dapat dimulai pada November 2021," tambahnya.

Selain menerapkan sistem pendidikan di SMK dan Pendidikan Tinggi di bawah Kemenperin, kerja sama ini juga memfasilitasi pelatihan Master Trainer untuk pelatih tempat kerja di Indonesia.

Sementara Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan Pelatihan Master Trainer sebagai upaya implementasi pendidikan sistem ganda pada sekolah vokasi di Indonesia.

Baca juga: Kemendikbudristek Beri Kursus Pembekalan Insan Vokasi untuk Studi di Luar Negeri

"Sistem tersebut selama ini telah diterapkan di Jerman dengan sangat baik," jelas Arif.

Kekuatan perekonomian Jerman selama ini terletak pada industri dan usaha ukuran kecil menengah yang ditopang ketersediaan tenaga kerja terampil dalam jumlah dan kualitas yang cukup merata dan terstandardisasi.

"Ratusan MoU tiap tahun ditandatangani antara sekolah dan industri di Jerman karena keterlibatan industri pada kegiatan vokasi dianggap sebagai investasi," imbuh Arif.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved