Breaking News:

Kemendikbudristek: Pendidikan Karakter Tidak Hanya Didapatkan di Sekolah

Kegiatan menggambar yang dilaksanakan oleh Faber-Castell merupakan salah satu upaya membentuk karakter siswa di luar lingkungan sekolah

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Eko Sutriyanto
HandOut/IST
Direktur SMA Kemendikbudristek Suhartono Arham saat memberikan sambutan pada pembukaan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National Schools Debating Championship (NSDC). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Sekolah Menengah Atas (SMA)  Kemendikbudristek Suhartono Arham mengatakan pembentukan karakter para siswa tidak hanya didapatkan di sekolah.

Suhartono mengungkapkan perwujudan pendidikan karakter tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 20/2018.

"Di mana pembentukan karakter dapat dibentuk tidak hanya berasal dari lingkungan sekolah saja," ujar Suhartono melalui keterangan tertulis, Jumat (8/10/2021).

Kegiatan menggambar yang dilaksanakan oleh Faber-Castell, menurut Suhartono, merupakan salah satu upaya membentuk karakter siswa di luar lingkungan sekolah.

Suhartono mengatakan, seni juga menjadi salah satu cara untuk membentuk pendidikan karakter seseorang.

Baca juga: Tes Kepribadian - Mata yang Kamu Pilih Bisa Mengungkap Karakter Spesial dalam Dirimu

"Seni juga merupakan salah satu cara untuk membentuk pendidikan karakter, karena seni adalah perwujudan atas cipta, rasa, karya dan semangat kreativitas dari nilai-nilai humanistik," kata Suhartono.

"Seni juga jembatan penghubung keragaman suku bangsa, ras dan agama, budaya, serta bahasa. Kegiatan Faber-Castell juga diharapkan dapat menjadi bagian pelestarian budaya," tambah Suhartono.

Sementara itu pegiat sosial Jovial Da Lopez menilai seni gambar harus memiliki tujuan.

Menurutnya, melalui karya seni, seseorang bisa menggambarkan dan menyatakan pesan dan semangat positif.

’’Kecintaan atas Indonesia juga dapat disampaikan dalam banyak bentuk. Dan anak muda harus menjadi pembawa pesan itu,’’ tutur Jovial.

Baca juga: Peringatan Hari Bumi, Faber Castell Gunakan 85 Persen Energi Terbarukan

Dengan mengusung tema “Indonesia Culture”, Faber-Castell mengajak ribuan peserta berpartisipasi memamerkan keragaman budaya di Indonesia secara daring.

Tercatat 1.216 peserta mengikuti kegiatan yang dilaksanakan sejak 1 Agustus hingga 15 September silam, yang berasal dari 10 kota besar di Indonesia dalam kegiatan #Colour4life.

Pada grand final terpilih 2 pemenang nasional, atas nama Sagita Effendi, asal Tuban-Jawa Timur melalui karya berjudul “Bumi Ronggolawe” dan M.Rusyid Afandi asal Madura-Jawa Timur dengan karyanya “Madura Costume Creation”.

"Kedua karya gambar pemenang tersebut sangat memiliki nilai seni yang mewakili kearifan dan keindahan budaya lokal asal daerah peserta, dan keduanya berhak atas hadiah berupa uang pendidikan dan produk bernilai jutaan rupiah," pungkas Product Manager Faber-Castell International Indonesia Vincentia Novianty.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved