Breaking News:

KH. Imam Jazuli Tegaskan Walisantri Dilarang Beri Infaq, Sodaqoh dan Wakaf ke Pesantren BIMA

Haram hukumnya bagi walisantri memberi infaq, sodaqoh dan wakaf untuk Pesantren Bina Insan Mulia.

Penulis: Husein Sanusi
Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon.
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH. Imam Jazuli, saat menyampaikan sambutan di acara seleksi santri baru, Minggu (24/10/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON – Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon, KH. Imam Jazuli, menegaskan lembaga pendidikan yang dipimpinnya tidak menerima bantuan dalam bentuk infaq, sodaqoh maupun pemberian wakaf dari walisantri yang memondokkan anaknya ke BIMA. 

“Haram hukumnya bagi walisantri memberi infaq, sodaqoh dan wakaf untuk Pesantren Bina Insan Mulia. Itu adalah sebuah prinsip yang kami bangun di pesantren ini, sejak di dirikan 2013 hingga hari ini” kata KH. Imam Jazuli saat sambutan di acara seleksi santri baru Pesantren BIMA, Minggu (24/10/2021) lalu di Ballroom Hotel Aston Cirebon, yang dihadiri ribuan calon santri dan ribuan calon walisantri BIMA

Kyai lulusan Pesantren Lirboyo dan Universitas Al Azhar Mesir ini menjelaskan, lembaga pendidikan pesantren BIMA harus terbebas dari intervensi apapun terutama intervensi dari walisantri. Jika intervensi walisantri terjadi akan sangat mengganggu keberlangsungan pendidikan di dalam pesantren.

“Walisantri harus meluruskan niatnya sebelum menitipkan anaknya ke pesantren kami. Bahwa tujuan mereka masuk pesantren untuk menimba ilmu dan harus ada kepercayaan penuh kepada pesantren. Jangan sampai anaknya dipondokkan tapi orang tuanya masih memberatkan,” kata Kyai Imam.

Untuk urusan kebijakan pesantren, Kyai Imam kembali menegaskan bahwa tidak ada pertanyaan, interupsi dan diskusi. “Kesannya memang tidak demokratis, tetapi alam pendidikan pesantren memang memiliki ciri khas tersendiri untuk kemaslahatan para santri,” katanya.

Hal lain yang ditekankan Kyai Imam kepada walisantri adalah soal orientasi santri belajar di Bina Insan Mulia. Setiap santri yang akan menuntut ilmu harus memiliki orientasi berkelanjutan pada bidang keilmuan untuk masa depan yang lebih baik.

“Jadi, santri yang memiliki orientasi kerja setelah lulus dari SMK Bina Insan Mulia dan tidak mau melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi silahkan cabut berkas dan tidak perlu ikut ujian seleksi masuk ke Pesantren Bina Insan Mulia,” kata Kyai Imam Jazuli.

Kyai Imam Jazuli memang memiliki misi yang jelas dalam mengantarkan santrinya ke gerbang masa depan yang lebih baik. Selain berilmu, ber akhlaq karimah, santri-santri lulusan Pesantren Bina Insan Mulia harus memiliki karakter yang kuat dalam jiwanya untuk menjadi generasi emas yang diharapkan menjadi agen perubahan di negeri ini.

Maka, saat ini tidak sedikit lulusan Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri dan dan beberapa perguruan tinggi bergengsi di dalam negeri.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved