Keberagaman Jenis Wayang di Indonesia, Ada Wayang Beber hingga Wayang Wong
Wayang adalah warisan kebudayaan di Indonesia dan merupakan salah satu karya seni budaya yang menonjol diantara banyak karya budaya lainnya.
TRIBUNNEWS.COM - Wayang adalah warisan kebudayaan di Indonesia dan merupakan salah satu karya seni budaya yang menonjol di antara banyak karya budaya lainnya.
Pertunjukkan wayang meliputi seni peran, suara, musik, tutur, sastra, lukis, pahat, dan juga seni perlambang.
Dikutip dari Indonesia.go.id , budaya wayang terus berkembang dari zaman ke zaman.
Dunia wayang memperlihatkan perubahan fungsinya, dari media ritus pemujaan atas leluhur, dakwah, penerangan, pendidikan moral dan etik, pemahaman filsafat, hingga media hiburan belaka.
Pada 7 November 2003, UNESCO telah mengakui pertunjukkan wayang kulit sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.
Baca juga: Fakta Menarik Wayang Kulit yang Ramai Dibicarakan usai Adidas Sebut Berasal dari Malaysia
Baca juga: Asal-usul Wayang Kulit sebagai Warisan Budaya Indonesia, Masuk Daftar Warisan Budaya UNESCO 2003
Menurut tulisan Pandam Guritno (1988) dalam karyanya Wayang, Kebudayaan Indonesia dan Pancasila disebutkan, di Indonesia khususnya di Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, dan Sumatra terdapat puluhan model atau jenis wayang.
Guritno merujuk pada Prof Dr L Serrurier, Direktur Museum Etnografi di Leiden, pada akhir abad ke 19 melakukan survei tentang jenis-jenis wayang di Pulau Jawa.
Hasil penelitiannya diterbitkan dengan judul De Wajang Poerwa pada 1896.
Menurut Serrurier, jenis-jenis wayang yang dikenal di Pulau Jawa pada masa itu, ialah: wayang beber, wayang gedog, wayang golek, wayang jemblung, wayang kalithik (klithik), wayang karucil (krucil), wayang langendria, wayang lilingong, dan lain sebagainya.
Lima Jenis Wayang di Indonesia
Dikutip dari imogiri.bantulkab.go.id berikut lima jenis wayang di Indonesia:
1. Wayang Beber
Wayang beber merupakan salah satu jenis wayang tertua di Indonesia.
Dalam pertunjukkannya, lembaran gambar panjang dijelaskan oleh seorang dalang.
Wayang beber tertua dapat ditemukan di Pacitan dan Ponorogo Jawa Timur.
Selain berasal dari kisah-kisah Mahabrata dan Ramayana, wayang beber juga menggunakan kisah-kisah dari cerita rakyat seperti kisah panji asmara bangundan Dewi Sekar Taji.
2. Wayang Kulit
Wayang kulit atau wayang kulit purwo merupakan jenis wayang yang populer di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.
Wayang ini berbentuk pipih dan terbuat dari kulit sapi, kerbau, dan kambing.
Lengan dan kakinya bisa digerakkan.
Di wilayah Bali dan Jawa pertunjukkan wayang kulit sering kali menggabung cerita Hindu, Budha, dan islam.
Selain terdapat kisah religius juga terdapat cerita rakyat serta mitos.
3. Wayang Klitik
Wayang klitik terbuat dari kayu bukan kulit.
Bentuk wayang klitik mirip dengan wayang kulit.
Kata klitik berasal dari suara kayu yang bersentuhan disaat wayang digerakkan atau saat ada perkelahian.
Kisah-kisah wayang berasal dari kerajaan Jawa Timur seperti kerajaan Jenggala, Kediri, dan Majapahit.
Cerita yang paling populer adalah Damarwulan.
4. Wayang Golek
Jenis wayang golek paling populer di Jawa Barat.
Pertunjukkan wayang golek dilakukan menggunakan tiga dimensi yang terbuat dari kayu.
Terdapat dua macam wayang golek yaitu wayang golek papak cepak dan wayang golek purwa.
Wayang golek yang banyak dikenal orang adalah wayang golek purwa.
Kisah-kisah yang digunakan sering mengacu pada tradisi Jawa dan islam, seperti kisah Pangeran Panji, Damarwulan, dan Amir Hamzah.
5. Wayang Wong
Jenis wayang ini merupakan sebuah drama tari yang menggunakan manusia memerankan tokoh-tokoh yang didasarkan pada kisah-kisah wayang tradisional.
Cerita yang sering digunakan adalah smaradahana.
Pada awalnya wayang wong dipertunjukkan sebagai hiburan para bangsawan, namun kini menyebar menjadi bentuk kesenia populer.
(Tribunnews.com/Devi Rahma)
Artikel Lain Terkait Jenis Wayang Kulit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-wayang-kulit.jpg)