Breaking News:

Rektor UAI: Uni Emirat Arab Jalankan 'Soft Diplomacy' Lewat Budaya dengan Indonesia 

UEA telah menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama di bidang kebudayaan pada bulan Juli 2019 dan Nota Kerjasama di bidang pendidikan pada 2020.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Willem Jonata
dok. UAI
Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Prof Dr Ir Asep Saefuddin MSc di acara pelantikan mahasiswa baru UAI tahun akademik 2021/2022. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Asep Saefuddin mengatakan hubungan baik antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) telah terjalin dalam beberapa tahun terakhir. 

Asep berharap agar kerja sama ini terus berlanjut dan dapat ditingkatkan lebih baik lagi.

"Menyambut baik langkah UEA dalam melakukan soft diplomacy dengan pendekatan sosial budaya, yaitu dengan mengenalkan warisan dan budaya mereka kepada Indonesia," ujar Asep melalui keterangan tertulis, Jumat (3/12/2021). 

Hal tersebut disampaikan Asep dalam Webinar Kerjasama Universitas Al Azhar Indonesia dengan Kedutaan Besar Uni Emirat Arab. 

Baca juga: Raih Prestasi Internasional, Rektor Podomoro University: Inovasi jadi Kata Kunci

Pelaksanaan kegiatan webinar ini, kata Asep, dalam rangka mengenalkan budaya dan warisan yang ada di UEA. 

"Hal ini tidak lain merupakan media untuk saling mengenal lebih jauh antar kedua bangsa," tutur Asep. 

Pada akhir sambutannya, Asep menyampaikan tawaran atas kepada Duta Besar PEA untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem Obaid Salem Aldhaheri, untuk menjadi anggota penasehat kehormatan Universitas Al Azhar Indonesia.

Sementara itu, Abdulla Salem mengatakan hubungan bilateral antara UEA dan Indonesia bukan hal baru. 

Hal ini tercermin pada hubungan baik yang dilakukan oleh kepala negara dari kedua negara dengan saling melakukan kunjungan kenegaraan satu sama lain.

Di antaranya adalah kunjungan bersejarah Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan pada 24 Juli 2019. 

Hal yang sama juga telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo terutama yang baru saja terjadi pada awal bulan November ini, tanggal 2-4 November 2021.

Ini merupakan lawatan ketiga yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo selama masa jabatanya, setelah kunjungan pertama pada bulan maret 2015 dan yang kedua pada bulan Januari 2020. 

"Kerja sama bilateral antara kedua negara tidak hanya terjadi di bidang politik, ekonomi dan perdagangan, melainkan juga pada bidang pendidikan, sosial dan budaya yang termasuk di dalamnya masalah keagamaan dan kemanusiaan," kata Abdulla Salem.

Abdulla Salem menjelaskan bahwa Indonesia dan UEA telah menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama di bidang kebudayaan pada bulan Juli 2019, dan Nota Kesepahaman Kerjasama di bidang pendidikan pada bulan Januari 2020. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved