Selasa, 2 Juni 2026

Materi Sekolah

Mengenal Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Manfaatnya, Simak Penjelasannya

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan orientasi hidup sehat dalam budaya perorangan, keluarga, dan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Devi Rahma Syafira
Editor: Tiara Shelavie
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Mengenal Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Manfaatnya, Simak Penjelasannya 

TRIBUNNEWS.COM - Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan orientasi hidup sehat dalam budaya perorangan, keluarga, dan masyarakat.

Tujuannya untuk meningkatkan, memelihara, dan melindungi kesehatan secara fisik, mental, spritual, maupun sosial.

Dikutip dari kemensos.go.id, PHBS juga bertujuan memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, kelompok, keluarga, dengan membuka jalur komunikasi, informasi, dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, serta perilaku.

Sehingga, masyarakat sadar, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Melalui PHBS, diharapkan masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalah sendiri dan dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya.

Baca juga: Mengenal Unsur-unsur Terbentuknya Negara Lengkap dengan Sifat dan Fungsinya

Baca juga: Mengenal Dampak Pencemaran Air dan Cara Menanggulanginya: Recycle, Reuse, Reduce, dan Repair

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) membagikan 2.500 paket perlengkapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS kit) berisi masker dan sabun cuci tangan untuk masyarakat terdampak pandemi virus corona baru atau COVID-19 di wilayah Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta, Senin (13/4/2020). PMI pusat secara bertahap akan membagikan 500.000 paket PHBS dan melakukan penyemprotan disinfektan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 agar bisa menerapkan hidup bersih dan sehat selama pandemi. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) membagikan 2.500 paket perlengkapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS kit) berisi masker dan sabun cuci tangan untuk masyarakat terdampak pandemi virus corona baru atau COVID-19 di wilayah Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta, Senin (13/4/2020). PMI pusat secara bertahap akan membagikan 500.000 paket PHBS dan melakukan penyemprotan disinfektan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 agar bisa menerapkan hidup bersih dan sehat selama pandemi. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Manfaat PHBS

Manfaat PHBS secara umum adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau dan mampu menjalankan hidup bersih dan sehat.

Hal tersebut menjadi penting untuk dilakukan agar masyarakat sadar dan dapat mencegah serta mengantisipasi atau menganggulangi masalah-masalah kesehatan yang mungkin muncul.

Selain itu, dengan menerapkan dan mempraktikan PHBS diharapkan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.

Dalam implementasinya, kebermanfaatan PHBS ini dapat diterapkan di berbagai area seperti sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan masyarakat.

Berikut penjelasan mengenai kebermanfaatan PHBS pada area-area tersebut:

1. Sekolah

PHBS merupakan kegiatan memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat di lingkungan dan mempraktikkan pola PHBS dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.

Manfaat menerapkan PHBS di sekolah mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sehingga dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar para siswa, guru
serta masyarakat di sekitar lingkungan sekolah tersebut.

2. Tempat Kerja

PHBS adalah kegiatan untuk memberdayakan para pekerja agar tahu dan mampu mempraktikkan PHBS dan berperan dalam menciptakan tempat kerja yang bersih dan sehat.

Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan pola PHBS di tempat kerja yaitu, para pekerja mampu menjaga dan meningkatkan kesehatannya sehingga tidak mudah sakit, serta meningkatkan citra tempat kerja yang positif, sehingga mendukung peningkatan
semangat dan produktivitas kerja.

3. Keluarga, Rumah tangga atau tempat tinggal seperti panti/LKSA dan tempat pengasuhan anak lain

PHBS dapat menciptakan keluarga yang sehat dan mampu mencegah atau meminimalisir munculnya permasalahan kesehatan.

Manfaat menerapkan dan mempraktikan PHBS di rumah tangga termasuk di tempat pengasuhan anak lainnya antara lain, setiap anggota keluarga tidak mudah terkena penyakit, dapat meningkatkan kesejahteraan dikarenakan produktifitas anggota keluarga juga meningkat.

Selain itu, dengan menerapkan PHBS secara konsisten akan menciptakan budaya hidup bersih dan sehat dalam keluarga.

Selain itu seluruh anggota keluarga dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat dan tercukupi asupan gizi.

4. Masyarakat

PHBS merupakan upaya masyarakat untuk menerapkan serta mempraktikkan pola hidup bersih dan sehat dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Penerapan PHBS ini diharapkan dapat mencegah, meminimalisir munculnya serta penyebaran penyakit.

Selain itu masyarakat mampu memanfaatkan pelayanan fasilitas kesehatan dan
mengembangkan kesehatan yang bersumber dari masyarakat.

Indikator PHBS

Penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari memiliki tolok ukur yang dapat digunakan sebagai ukuran bahwa seseorang dikatakan sudah melakukan atau memenuhi kriteria menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat.

1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

Tenaga kesehatan yang dimaksud disini adalah dokter, bidan dan tenaga
paramedis lainnya.

Hal ini dikarenakan masih ada kelompok masyarakat yang masih mengandalkan tenaga non medis untuk membantu persalinan, seperti dukun bayi (paraji).

Selain tidak aman dan penanganannya pun tidak steril, penanganan oleh dukun bayi (paraji) inipun dikhawatirkan berisiko.

2. Memberi bayi ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif.
Seorang ibu perlu memberikan ASI Eksklusif pada bayi, yaitu pemberian ASI
tanpa makanan dan minuman tambahan lain, sejak kelahiran hingga usia enam bulan.

3. Menimbang bayi dan anak sampai dengan usia 6 tahun secara rutin setiap bulan.

Penimbangan bayi dan balita setiap bulan dimaksudkan untuk memantau pertumbuhan balita tersebut setiap bulan.

Penimbangan ini dilaksanakan di Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) mulai usia 1 bulan hingga 5 tahun.

Setelah dilakukan penimbangan, catat hasilnya di buku KMS (Kartu Menuju
Sehat).

Dari catatan KMS dapat diketahui dan dipantau perkembangan dari bayi dan balita tersebut.

4. Menggunakan Air Bersih

Menggunakan air bersih dalam kehidupan sehari-hari seperti memasak, mandi, hingga untuk kebutuhan air minum.

Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

5. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan benar

Mencuci tangan di air mengalir dan memakai sabun dapat menghilangkan berbagai macam kuman dan kotoran yang menempel di tangan sehingga tangan bersih dan terbebasas dari kuman.

Cucilah tangan setiap kali sebelum makan dan melakukan aktifitas yang menggunakan tangan, seperti memegang uang dan hewan, setelah buang air besar, sebelum memegang makanan maupun sebelum menyusui bayi.

Pada situasi berkembangnya virus korona seperti saat ini, cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir adalah keharusan.

Mencuci tangan harus memperhatikan aturan dengan membersihkan seluruh bagian dari
tangan.

6. Gunakan Jamban Sehat

Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya.

Ada beberapa syarat untuk jamban sehat, yakni tidak mencemari sumber air minum, tidak berbau, tidak dapat dijamah oleh hewan seperti serangga dan tikus, tidak mencemari tanah sekitarnya, mudah dibersihkan dan aman digunakan, dilengkapi dinding dan atap pelindung, penerangan dan ventilasi udara yang cukup, lantai kedap air, tersedia air, sabun, dan alat pembersih yang memadai.

7. Memberantas jentik nyamuk di rumah sekali seminggu secara rutin

Lakukan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) di lingkungan rumah tangga.

PJB adalah pemeriksaan tempat perkembangbiakan nyamuk yang ada di dalam rumah, seperti bak mandi, WC, vas bunga, tatakan kulkas, talang air, dan media penyimpanan lainnya yang menampung air.

Kegiatan ini dianjurkan dilakukan secara teratur setiap minggu dan konsisten.

Selain itu juga perlu dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M (Menguras, Mengubur, Menutup) dan melakukan fogging di tempat-tempat yang dimungkinkan adanya jentik nyamuk secara berkala.

8. Makan makanan yang sehat dan bergizi

Dianjurkan agar keluarga mengkonsumsi jenis makanan yang bersih dan sehat seperti mengandung banyak vitamin, serat, mineral dan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh serta bermanfaat bagi kesehatan.

9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari

Melakukan aktifitas fisik, baik berupa olahraga maupun kegiatan lain yang mengeluarkan tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental, dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari.

Jenis aktifitas fisik yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari yakni olahraga ringan, jalan kaki, jogging, berkebun, dan lain-lainnya.

10. Tidak merokok

Hindari merokok asap rokok dapat mencemari kualitas udara yang dihirup.

Di dalam satu puntung rokok yang diisap, akan dikeluarkan lebih dari 4.000 bahan kimia berbahaya, diantaranya adalah nikotin, tar, dan karbon monoksida.

(Tribunnews.com/Devi Rahma)

Artikel Lain Terkait Materi Sekolah

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved