Kedokteran Gigi Unissula Perkuat Digital Dentistry untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

Calon-calon dokter gigi baru perlu memiliki kemampuan dan adaftif terhadap perkembangan teknologi terkini.

Editor: Content Writer
Istimewa
Dekan FKG Unissula, Yayun Siti Rochmah 

TRIBUNNEWS.COM - Perkembangan teknologi berpengaruh signifikan terhadap perkembangan dunia kedokteran termasuk kedokteran gigi. Oleh karenanya dibutuhkan calon-calon dokter gigi baru yang memiliki kemampuan dan adaftif terhadap perkembangan teknologi terkini. Hal itu diungkapkan oleh dokter gigi senior di Semarang Dr drg Yayun Siti Rochmah SpBM.

“Mahasiswa kedokteran gigi saat ini harus beradaptasi dengan teknologi digital kedokteran gigi. Teknologi bidang kedokteran gigi yang disebut dengan digital dentistry tersebut melibatkan penggunaan teknologi atau perangkat gigi yang menggunakan komponen berbasis komputer atau digital," ungkapnya.

Oleh karenanya para mahasiswanya di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang dibekali kompetensi teknologi tersebut.

“Sehingga ke depan apabila teknologi itu ada mereka tidak kaget. Sebetulnya di Indonesia sudah ada digital dentistry, namun dokter-dokter Indonesia masih belum menggunakannya karena alatnya sangat mahal,” ungkap Dekan FKG Unissula tersebut.

Untuk mengakomodir hal itu ia mengungkapkan bahwa FKG Unissula menerapkan sistem pembelajaran yang inovatif untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas kompetensi lulusan. Seperti melakukan inovasi pada metode pembelajaran dan terus mengevaluasi kurikulum sesuai dengan perkembangan yang ada.

“Untuk sistem pembelajaran FKG Unissula menggunakan Islamic Cyber Dentistry (ICD), yang bisa digunakan mahasiswa untuk mengakses referensi perkuliahan, bahkan pengumpulan tugas kuliah,” ungkapnya.

Di samping itu FKG Unissula juga menerapkan Budaya Akademik Islami. Dengan budaya akademik ini diharapkan lulusan FKG Unissula tidak hanya menguasai bidang kedokteran gigi namun juga memiliki karakter islami dan menjadi generasi khaira ummah.

“Sehingga pada saat mahasiswa kami sudah lulus mereka akan mempunyai karakter yang islami, dan menjadi dokter gigi sekaligus umat terbaik. Dokter gigi terbaik tidak hanya terampil dalam skill kedokteran gigi tetapi mempunyai akhlak yang islami. Itu yang jadi harapan kami,” jelasnya.

Selanjutnya dosen pengampu estetika ini menyebut tetap bertanggungjawab terhadap alumninya. FKG Unissula menyediakan program Continuing Professional Development (CPD) untuk memantau dan mempertahankan kompetensi alumni.

“Melalui program ini alumni dapat mempertahankan pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang profesionalnya. Sehingga dokter gigi lulusan Unissula diterima masyarakat dengan keterampilan yang mumpuni,” jelasnya.

Lebih lanjut untuk menunjang proses pembelajaran mahasiswanya, FKG Unissula menyediakan fasilitas unggulan, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSIGM) Sultan Agung yang sudah terakreditasi paripurna dan sedang diusahakan menjadi RSIGM Pendidikan. Bahkan saat ini sedang dibangun gedung baru sebagai pusat pembelajaran dan penelitian gigi, laboratorium, dan pusat IT.

Selain fasilitas fisik, FKG Unissula juga memfasilitasi mahasiswa dengan SDM dosen dan tenaga kependidikan yang mumpuni dalam ilmu dan keterampilan terbaru, juga memberikan kesempatan bagi mahasiswanya untuk go internasional.

“Jadi sebelum pandemi kami selalu mengadakan program elektif, mahasiswa kami kirim ke universitas atau institusi yang bekerjasama dengan Unissula. Di sana mereka melihat proses pembelajaran, melihat laboratorium, merasakan diskusi. Sehingga diharapkan mereka bisa terbuka wawasannya dan punya pandangan lebih ke internasional dibanding berkutat dengan nasional,” jelasnya.

Beberapa universitas luar negeri yang sudah bekerjasama dengan FKG Unissula diantaranya Universitas Ibn Zohr Maroko, Japan Hiroshima University Jepang, Cyber Jaya University Malaysia, Universiti Sains Malaysia, International Islamic University Malaysia, dan Naresuan University Thailand.

Saat ini FKG Unissula sudah terakreditasi A dari LAM-PTKes, dan terakreditasi internasional ASIC. Selain itu juga sedang menyiapkan akreditasi Asean University Network (AUN). Sehingga peluang kerja lulusan sangat luas, seperti menjadi PNS, pegawai Dinkes, dosen, bahkan pengusaha.

Bagi lulusan SMA yang berminat menjadi tenaga kesehatan dokter gigi yang juga praktik di Rumah Sakit Islam Sultan Agung tersebut berpesan bahwa jurusan terutama di bidang kesehatan termasuk menjadi dokter merupakan pilihan hati nurani. Dibutuhkan usaha yang lebih keras karena objeknya adalah manusia.

“Tapi tidak perlu khawatir, karena setelah lulus keuntungan itu akan banyak. Kemungkinan kita untuk mengabdi, kemungkinan ilmu kita bermanfaat untuk orang lain itu sangat besar,” pungkasnya.

Ia juga menjelaskan untuk mendaftar menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Unissula untuk tahun ajaran 2022 ini seleksinya menggunakan seleksi nilai raport dan pendaftarannya secara online.

“Calon mahasiswa atau orang tua mahasiswa bisa mengakses semua informasi pendaftaran di website pmb.unissula.ac.id atau menghubungi hotline 0812 2011 062 / 0812 8555 562. Proses pendaftarannya mudah karena menggunakan seleksi nilai raport.  Prodi Kedokteran Gigi kami terakreditasi A dan terakreditasi internasional sehingga kwalitasnya sangat teruji”, pungkas Yayun.  

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved