Lahirkan Content Creator Bisa Diawali dari Sekolah, Guru Perlu Lebih Kreatif

Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pengerapan menekankan, kemajuan teknologi digital perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital.

IST
Webinar program literasi digital nasional sektor pendidikan wilayah Sumatera. Kegiatan ini diikuti sejumlah guru dan siswa di Kota Palembang, Rabu 7 September 2022. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjadi content creator untuk media sosial kini jadi pilihan profesi yang cukup menjanjikan.

Untuk merangsang siswa menjadi content creator, para guru bisa mengajak siswa membuat video sendiri di sekolah sebagaimana di sekolah Internasional yang telah terbiasa membuat presentasi dalam video konten.

"Siswa bisa membuat konten yang dapat nyambung dengan anak-anak, konten yang ringan dan padat berisi. Ibu guru dan bapak guru bisa membuat kelompok pembelajaran. Zoom sekarang sangat interaktif dapat menggunakannya sebagai kuis,” ujar Rindi Antika Content Creator dan Key Opinion Leader (KOL).

Rindi merupakan salah satu narasumber di webinar program literasi digital nasional sektor pendidikan wilayah Sumatera bagi para guru dan siswa di Kota Palembang, Rabu 7 September 2022.

Peneliti dari P3S AlQadir Yogyakarta, Ahmad Wahyu Sudrajad, yang membawakan materi Kecakapan Digital dalam pemaparannya menjelaskan, teknologi digital sangat banyak memberikan manfaat ke masyarakat.

Di antaranya mendapatkan informasi materi pembelajaran dengan memanfaatkan mesin pencarian, menjalin komunikasi dalam percakapan media sosial, transaksi belanja dalam aplikasi dompet digital, juga pembelajaran melalui video tutorial pendidikan.

Baca juga: Pegiat Literasi Digital: Hargai Karya Cipta Orang Lain dengan Menyebutkan Sumber Asli di Dunia Maya

“Dalam pembelajaran terkait dengan materi melalui video tutorial pendidikan, harus bersifat menyenangkan. Dengan adanya teknologi ini akan semakin menyenangkan dengan video-video dan media digital yang lain. Supaya anak-anak kita saling terikat, ada empati, saling komunikasi, lalu arahkan ke materi pertanyaan,” jelasnya.

Pemateri lainnya, Zahid Asmara, yang merupakan Visual Artist/Sinematografer, menyatakan, literasi di dunia digital tak hanya kecakapan teknis saja, tetapi juga mengenai daya kritis, kreatif, inklusif, menampilkan citra diri dan identitas, yang kemudian menghasilkan daya gotong royong.

Baca juga: 858 Guru Madrasah di Bandar Lampung Asah Pemahaman tentang Literasi Digital

Webinar ini juga menampilkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto seebagai keynote speaker.

Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pengerapan menekankan, kemajuan teknologi digital perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital.

“Peningkatan penggunaan teknologi ini perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak dan tepat guna,” kata Semuel Abrijani Pengerapan.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved