Jumat, 24 April 2026

Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 252 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi

Berikut kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA/SMK/MAK halaman 252 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi.

Buku Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 252 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi. Soal terkait puisi berjudul Gadis Peminta-Minta karya Toto S. Bachtiar. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA/SMK/MAK halaman 252 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi.

Halaman tersebut, tercantum dalam Bab 6 yang berjudul "Berkarya dan Berekspresi Melalui Puisi".

Pada halaman 252, siswa diminta untuk mengerjakan soal terkait puisi berjudul Gadis Peminta-Minta karya Toto S. Bachtiar.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 252 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi

Setelah membaca dengan saksama puisi “Gadis Peminta-Minta” karya Toto S. Bachtiar di atas, bentuklah kelompok yang terdiri atas 4—5 orang. Diskusikanlah makna puisi tersebut. Selanjutnya, masing-masing kelompok menyusun sebuah presentasi hasil diskusi. Presentasi mencakup beberapa hal berikut!

1. Perasaan yang ingin diungkapkan penyair

Jawaban: Puisi “Gadis Peminta-Minta” karya Toto S. Bachtiar mengungkapkan perasaan penyair yang sedih, haru, iba, dan empati terhadap seorang gadis kecil yang menjadi pengemis di kota. Penyair merasa sedih melihat gadis kecil yang hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan, tetapi tetap tersenyum dan bermimpi tentang dunia yang lebih indah. Penyair juga merasa haru dan iba melihat gadis kecil yang memiliki jiwa yang murni dan tidak kenal duka, tetapi tidak dapat membagi dukanya dengan siapa pun. Penyair juga merasa empati terhadap gadis kecil yang hidup di tengah-tengah keriuhan kota yang tidak memiliki jiwa dan tidak peduli dengan nasibnya. Penyair berharap gadis kecil itu dapat hidup lebih baik dan bahagia, tetapi juga menyadari bahwa kematian mungkin menjadi akhir dari semua penderitaannya.

2. Nada dan suasana yang terkandung

Jawaban: Puisi “Gadis Peminta-Minta” karya Toto S. Bachtiar memiliki nada sedih dan suasana pilu yang menggambarkan kehidupan seorang gadis kecil yang menjadi pengemis di kota. Penyair menggunakan kata-kata yang menggambarkan kemiskinan, kesepian, ketidakberdayaan, dan kematian yang dialami oleh gadis kecil tersebut. Penyair juga menunjukkan rasa simpati dan empati terhadap gadis kecil tersebut, tetapi juga menyadari bahwa dia tidak dapat membantunya. Penyair juga mengkritik kota yang tidak memiliki jiwa dan tidak peduli dengan nasib gadis kecil tersebut. Nada dan suasana ini menimbulkan perasaan sedih, iba, dan prihatin pada pembaca.

3. Makna dan amanat yang ingin disampaikan penyair

Jawaban: Puisi “Gadis Peminta-Minta” karya Toto S. Bachtiar memiliki makna bahwa hidup seorang gadis kecil yang menjadi pengemis di kota sangat berbeda dengan hidup penyair yang lebih beruntung serta amanat bahwa kita harus peduli dan tidak mengabaikan orang-orang yang menderita di sekitar kita. Penyair menggunakan kata-kata yang menggambarkan kontras antara dunia gadis kecil yang penuh kemiskinan, kesepian, ketidakberdayaan, dan kematian dengan dunia penyair yang penuh kehidupan, anganangan, kemayaan, dan gembira. Penyair juga menunjukkan rasa simpati dan empati terhadap gadis kecil tersebut, tetapi juga menyadari bahwa dia tidak dapat membantunya. Penyair juga mengkritik kota yang tidak memiliki jiwa dan tidak peduli dengan nasib gadis kecil tersebut. Makna dan amanat ini menimbulkan perasaan sedih, iba, dan prihatin pada pembaca.

4. Pengalaman atau kesan yang dirasakan saat bertemu dengan gadis kecil peminta-minta di jalanan

Jawaban: Puisi “Gadis Peminta-Minta: karya Toto S. Bachtiar memberikan pengalaman atau kesan yang menyentuh dan mengharukan kepada pembaca. Pembaca merasa tersentuh dan terharu oleh kisah gadis kecil yang menjadi pengemis di kota yang penuh kemiskinan, kesepian, ketidakberdayaan, dan kematian. Pembaca merasa terharu oleh sikap penyair yang menunjukkan rasa simpati dan empati terhadap gadis kecil tersebut, tetapi juga menyadari bahwa dia tidak dapat membantunya. Pembaca juga merasa terkesan oleh kritik penyair terhadap kota yang tidak memiliki jiwa dan tidak peduli dengan nasib gadis kecil tersebut. Pengalaman atau kesan ini menimbulkan perasaan sedih, iba, dan prihatin.

5. Penjelasan tema teks puisi

Jawaban: Puisi “Gadis Peminta-Minta” karya Toto S. Bachtiar bertema kepedulian sosial. Hal ini tergambar dari isi keseluruhan puisi yang ingin menggambarkan perasaan si aku terhadap kehidupan seorang gadis kecil yang meminta-minta. Bukti tema kepedulian sosial ini tergambar dari larik/baris yang menunjukkan rasa peduli si aku, yaitu / Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil/pulang ke bawah jembatan/. Baris tersebut menunjukkan kepedulian si aku yang ingin mengunjungi, melihat, dan mengalami kehidupan gadis kecil peminta-minta di bawah jembatan. Rasa peduli si aku juga tampak pada larik /Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal/Jiwa begitu murni, terlalu murni/ Untuk bisa membagi dukaku/. Melalui baris tersebut, si aku merasa gadis kecil peminta-minta yang hidup di lingkungan kotor tersebut jiwanya begitu murni dan suci sehingga menimbulkan perasaan duka pada si aku.

*) Disclaimer:

Artikel ini hanya ditujukan untuk memandu proses belajar anak.

Sebelum melihat kunci jawaban, siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, setelah itu gunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.

(Tribunnews.com, Widya)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved