Jumat, 15 Mei 2026

Pendidikan Profesi Guru

2 Contoh Jurnal Modul 2 PPG 2025 Pembelajaran Sosial Emosional 'PSE' yang Cepat Divalidasi

Inilah 2 contoh jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) dalam dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025 yang cepat divalidasi.

Tayang:
Canva/Tribunnews.com
JURNAL PEMBELAJARAN PPG - Desain grafis contoh jurnal Modul 2 PPG 2025 Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) dibuat dengan Canva, Selasa (10/6/2025). Inilah 2 contoh jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) dalam dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025 yang cepat divalidasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah 2 contoh jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) dalam dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025.

Guru peserta PPG 2025 Dalam Jabatan (Daljab) biasanya diminta untuk mengerjakan  jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional di platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK).

jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional PPG 2025 diunggah setelah guru selesai mengerjakan latihan pemahaman, cerita reflektif dan post test di Ruang GTK.

2 contoh jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional PPG 2025 dalam artikel ini dapat menjadi acuan guru untuk menyusun jurnal sesuai dengan mata pelajaran dan kelas yang diampu, serta agar cepat divalidasi.

Contoh jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional PPG 2025 dalam artikel ini di antaranya berjudul 'Menerapkan Rencana Pembelajaran Sosial Emosional CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning).

Selengkapnya simak contoh jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional PPG 2025, yang Tribunnews.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini.

Contoh Jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional PPG 2025

Contoh 1: 

JUDUL JURNAL: JURNAL PEMBELAJARAN MODUL 2 PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL

Judul: Menerapkan Rencana Pembelajaran Sosial Emosional CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning)

Setelah saya mempelajari materi Pembelajaran Sosial Emosional di Ruang GTK untuk peserta PPG bagi Guru tertentu batch 1 tahun, saya berencana untuk menerapkan pembelajaran berbasis sosial emosional di kelas saya sesuai dengan wawasan baru yang sudah saya dapatkan. Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah proses penting yang membantu peserta didik mengembangkan keterampilan dan sikap untuk memahami diri sendiri, mengelola emosi, berempati, dan membangun hubungan positif.

Dengan mengintegrasikan Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) dalam kegiatan pembelajaran, saya yakin dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan holistik peserta didik serta meningkatkan kesejahteraan psikologis seluruh warga sekolah. Pembelajaran yang didasari prinsip sosial emosional ini tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan sosial emosional yang esensial untuk kehidupan para siswa.

A. Pengertian CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning)

Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah sebuah proses di mana kita dapat memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk mengembangkan identitas yang sehat, mengelola emosi, mencapai tujuan pribadi dan kolektif, merasakan dan menunjukkan empati terhadap orang lain, membangun dan memelihara hubungan yang mendukung, serta membuat keputusan yang bertanggung jawab dan penuh rasa kepedulian. PSE sendiri mencakup lima kompetensi utama: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berhubungan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

B. Tujuan CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning)

1. Meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa.
2. Membangun lingkungan belajar yang inklusif dan suportif.
3. Menumbuhkan karakter siswa: empati, kerja sama, dan tanggung jawab.
4. Meningkatkan keterlibatan dan prestasi akademik siswa.

TOPIK 1: PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL: MENGAPA PENTING?

Durasi: 3 hari

Baca juga: Contoh Jurnal Modul 1 PPG 2025 Pembelajaran Berdiferensiasi yang Cepat Divalidasi

Capaian Pembelajaran:

Setelah mempelajari topik ini, guru dapat
Menunjukkan pemahaman tentang pentingnya keterampilan sosial emosional dalam pengembangan diri dan profesionalnya, serta dalam upaya menguatkan karakter profil pelajar pancasila melalui proses pembelajaran.

Mulai dari Diri: Bagaimana Anda Memandang Pentingnya Kecerdasan Emosional dalam Kehidupan Sehari-Hari?

Bapak/Ibu guru yang berbahagia,
Selamat datang di topik pertama yaitu Pembelajaran Sosial Emosional: Mengapa Penting? Sebelum memulai proses pembelajaran untuk topik yang pertama ini, mari kita lihat tujuan pembelajaran yang diharapkan. Setelah mempelajari topik ini, Bapak/Ibu diharapkan mampu:

1. Menunjukkan pemahaman tentang pentingnya keterampilan sosial-emosional terhadap pengembangan diri dan profesional seorang guru.
2. Menunjukkan pemahaman tentang pentingnya pembelajaran sosial-emosional (PSE)

C. Lima Kompetensi Utama CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning)

1. Kesadaran Diri (Self-Awareness)

Kesadaran Diri (Self-Awareness) adalah kemampuan untuk memahami dan mengenali emosi, pikiran, dan nilai-nilai pribadi yang mempengaruhi perilaku. Ini termasuk mengenali kekuatan dan kelemahan diri, serta bagaimana perasaan dan reaksi pribadi mempengaruhi interaksi dengan orang lain.

2. Manajemen Diri (Self-Management)

Manajemen Diri (Self-Management) adalah kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku secara efektif dalam berbagai situasi. Ini mencakup kemampuan untuk mengatur stres, mengendalikan dorongan, dan menjaga motivasi untuk mencapai tujuan pribadi dan profesional.

3. Kesadaran Sosial (Social Awareness)

Kesadaran Sosial (Social Awareness) adalah kemampuan untuk memahami perspektif dan emosi orang lain serta berempati terhadap mereka. Ini termasuk mengenali dan menghargai keberagaman budaya dan latar belakang serta memahami dinamika sosial dalam kelompok.

4. Keterampilan Berhubungan (Relationship Skills)

Keterampilan Berhubungan (Relationship Skills) adalah kemampuan untuk membangun dan memelihara hubungan yang sehat dan mendukung dengan orang lain. Ini meliputi keterampilan komunikasi, kerja sama, resolusi konflik, dan membangun hubungan yang positif dalam berbagai situasi sosial.

5. Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab (Responsible Decision-Making)

Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab (Responsible Decision-Making) adalah kemampuan untuk membuat pilihan yang konstruktif dan bermanfaat dalam berbagai situasi. Ini mencakup mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan, mengevaluasi berbagai opsi, dan membuat keputusan yang mendukung kesejahteraan diri dan orang lain.

D. Mengapa CASEL Penting?

1. Membantu siswa menjadi lebih sadar diri dan peka terhadap lingkungan sekitar.
2. Mengurangi perilaku negatif seperti bullying, perundungan, dan konflik antar siswa.
3. Meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan dalam kegiatan sekolah.
4. Mendorong hubungan yang lebih baik antara guru dan siswa.

E. Strategi Penerapan CASEL di Kelas

1. Morning Sharing
Sesi singkat di awal hari untuk membagikan perasaan atau pengalaman
2. Jurnal Emosi Harian
Siswa menulis atau menggambar perasaan mereka.
3. Roleplay Situasi Sosial
Bermain peran dalam menyelesaikan konflik sosial.
4. Papan Emosi
Tempelkan stiker sesuai perasaan siswa hari itu (senang, sedih, cemas, marah, dll).
5. Refleksi Mingguan
Guru dan siswa melakukan refleksi terhadap sikap, kerja sama, dan komunikasi selama satu minggu.

F. Dampak Positif CASEL

Penerapan CASEL di kelas memiliki dampak positif seperti peningkatan nilai akademik sebesar 11 persen (hasil penelitian CASEL, 2011), penurunan perilaku bermasalah di kelas, meningkatnya kesadaran dan keterampilan sosial siswa dan terbangunnya iklim kelas yang positif dan suportif.

RANCANGAN AKSI NYATA: Refleksi Mingguan Guru dan Siswa dengan Pendekatan CASEL

Judul: Meningkatkan Kesadaran Sosial dan Emosional melalui Refleksi Mingguan di Kelas.

1. Latar Belakang

Refleksi adalah bagian penting dalam proses pembelajaran yang membantu siswa dan guru memahami perkembangan sikap, kerja sama, dan komunikasi. Dengan menerapkan prinsip SEL dari CASEL, refleksi mingguan dapat memperkuat keterampilan sosial-emosional seperti kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

2. Tujuan Kegiatan

  • Meningkatkan kesadaran diri siswa terhadap sikap dan perilaku mereka selama proses pembelajaran.
  • Mendorong siswa dan guru untuk mengevaluasi cara mereka bekerja sama dan berkomunikasi.
  • Menumbuhkan budaya keterbukaan, empati, dan perbaikan diri dalam komunitas kelas.

3. Sasaran:

  • Siswa SD/MI (disesuaikan dengan tingkat kelas) 
  • Guru sebagai fasilitator kegiatan

4. Langkah-Langkah Pelaksanaan 

  • Hari/Tahapan: Kegiatan Sesi Refleksi Mingguan Setiap Jumat (15-30 menit):

1. Ice-breaking singkat (menyegarkan suasana)
2. Jurnal Refleksi siswa mengisi lembar refleksi (boleh gambar/tutisan)
3. Diskusi Kelas - siswa berbagi pengalaman, guru memfasilitasi dengan pertanyaan terbuka:
- Apa sikap baik yang kamu tunjukkan minggu ini?
- Apakah kamu merasa sudah bekerja sama dengan baik?

  • Hari/Tahapan: Kegiatan Senin (5 menit)

Bagaimana cara kamu berkomunikasi dengan teman/guru?

Baca juga: Contoh Jurnal Modul 1 PPG 2025 Understanding by Design UbD, Mapel IPA Kelas 4

4. Kesimpulan dan Komitmen - guru dan siswa membuat komitmen perbaikan untuk minggu berikutnya.

Rekap Komitmen: Meninjau ulang komitmen yang dibuat, memberi semangat memulai minggu baru.

5. Instrumen Refleksi

  • Lembar Refleksi Harian/Mingguan (bisa berupa checklist, skala emosi, atau pertanyaan terbuka)
  • Poster "Sudut Refleksi" di kelas
  • Jurnal Kelas yang mencatat perkembangan tiap minggu (oleh guru)

6. Evaluasi dan Tindak Lanjut

  • Guru mencatat perubahan perilaku dan partisipasi siswa setiap minggu.
  • Mengadakan pertemuan kecil (1-on-1) untuk siswa yang membutuhkan dukungan lebih lanjut.
  • Menyampaikan hasil umum refleksi kepada orang tua saat pertemuan rutin.

7. Penutup

Refleksi mingguan berbasis SEL tidak hanya memperbaiki hubungan di dalam kelas, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan hidup jangka panjang. Dengan pelaksanaan rutin dan konsisten, nilai-nilai sosial emosional akan tertanam secara alami dalam keseharian siswa.

DOKUMENTASI KEGIATAN

CONTOH: Diskusi Kelas, Sedang mengajar, Menulis refleksi, dan lain-lain.

Disarankan 3-5 dokumentasi.

UMPAN BALIK

Dari rekan sejawat (2 orang)

  • Foto sedang menulis refleksi
  • Catatan umpan balik

Dari peserta didik (2 orang)

  • Foto sedang menulis refleksi
  • Catatan umpan balik

Contoh 2:

JURNAL PEMBELAJARANKU MODUL 2 
PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL 

Apa itu Pembelajaran Sosial Emosional

Pembelajaran sosial emosional menurut Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL) adalah proses dimana anak dan orang dewasa memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk mengembangkan identitas yang sehat, mengelola emosi dan mecapai tujuan pribadi dan kolektif, merasakan dan menunjukan empati terhadap orang lain, membangun dan memelihara hubungan yang mendukung dan membuat Keputusan yang bertanggung jawab dan penuh rasa kepedulian. 

Bagaimana pentingnya pembelajaran sosial emosional? 

1. Bagi peserta didik agar memiliki kemampuan untuk menjadi teladan dalam kesadaran sosial dan bukan hanya akademiknya saja, melainkan peserta didik dapat memiliki control keterampilan sosial dan emosionalnya untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. 

2. Bagi pendidik untuk membantu memberikan pemahaman tentang sosial emosional serta pemecahan masalahnya, karena pendidik adalah fasilitator untuk membantu peserta didik mencapai potensi mereka secara menyeluruh sehingga tercipta lingkungan yang dapat berkembang secara emosional, akademis dan pribadi, 

Manfaat Pembelajaran Sosial Emosional 

  • Manfaat untuk Peserta Didik 

1. Peningkatan kesejahteraan emosional 
2. Peningkatan akademik 
3. Perbaikan hubungan sosial bersama temannya 
4. Pengembangan keterampilan sosial dan emosional 
5. Kemampuan dalam pengambilan Keputusan 

  • Manfaat untuk Pendidik 

1. Peningkatan hubungan dengan siswa dan rekan sejawat. 
2. Pengelolaan kelas yang lebih baik 
3. Kesejahteraan dalam kerja 
4. Kepuasan dalam kerja 
5. Model perilaku positif

Kompetensi Sosial dan Emosional Menurut CASEL 

  • Self Awereness (Kesadaran Diri) 

Kemampuan untuk memahami emosi, pemikiran, dan nilai-nilai yang mempengaruhi perilaku dalam berbagai konteks situasi. 

  • Self Management (Menejemen Diri) 

Kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran dan perilaku secara efektif dalam berbagai situasi dan untuk mencapai tujuan dan aspirasi. 

  • Sosial Awereness (Kesadaran Sosial) 

Kemampuan untuk memahami perspektif dan berempati dengan orang lain, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang, budaya dan konteks yang berbeda. 

  • Relationship Skills (Keterampilan Sosial) 

Kemampuan untuk membangun dan memelihara hubungan yang sehat dan mendukung serta menavigasi situasi dengan individu dan kelompok yang beragam secara efektif. 

  • Responsible Decision Making (Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab) 

Kemampuan membuat pilihan yang tepat dan konstruktif tentang perilaku pribadi dan Interaksi sosial dalam berbagai situasi. 

Pengalaman Bermakna 

Berdasarkan pengalaman saya mengajar di SD Negeri | Pegagan, dimana kondisi peserta didik yang banyak dilatar belakangi oleh hal yang bermacam-macam, maka dari itu banyak dari peserta didik yang datang terlambat, melamun dikelas, dan bullying. Maka dari itu saya melakukan beberapa hal sebagai berikut: 

  • Mengimplementasikan proses pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional dengan momen AHA mulai dari kesadaran diri sampai kepada pengambilan Keputusan. 
  1. Menyapa setiap pagi datangnya peserta didik ke sekolah. 
  2. Sebelum melakukan pembelajaran dimulai harus didahulukan bertanya kepada peserta didik tentang kabar dan perasaan hari ini melalui papan emoji.
  3. Mengajak peserta didik menggunakan Teknik STOP dan take a deep breath (menarik nafas dalam-dalam). 
  4. Membuat kelompok belajar agar mereka bisa berdiskusi dengan temannya. untuk membuat tugas ataupun yang lainnya. 
  5. (Outdoor class) atau belajar diluar kelas agar peserta didik tidak merasa bosan atau jenuh berada di dalam kelas. 
  6. Menayangkan video untuk memotivasi peserta didik. 
  • Mengimplementasikan dengan orangtua/wali peserta didik. 

1. Membuat komunikasi melalui media informasi seperti aplikasi WhatsApp, E-mail dengan wali peserta didik. 
2. Menjalin komunikasi baik dengan orangtua peserta didik. 

  • Mengimplementasikan dengan rekan sejawat. 

1. Berdiskusi tentang pentingnya pembelajaran sosial emosional. 
2. Berdiskusi dengan kepala sekolah tentang proses pembelajaran sosial emosional. 

Refleksi Pengalaman Bermakna 

Setelah mempelajari tentang pembelajaran sosial emosional, ternyata bukan hanya peserta didik yang harus diberikan keterampilan sosial emosional ini, tetapi lebih khusus kepada pendidik, dimulai dari saya harus lebih bisa mengelola emosi, baik dalam proses pembelajaran maupun dengan rekan sejawat agar terciptanya lingkungan yang nyaman dan menyenangkan. Implementasi pembelajaran sosial emosional bisa dengan cara senyum, sapa, salam (35) di pagi hari dalam menyambut peserta didik yang datang kesekolah, kemudian menanyakan kabar dan hal menarik apa yang ingin di lakukan peserta didik di sekolah. Hal ini bertujuan agar peserta didik merasa nyaman dan diperhatikan kegiatannya, sehingga peserta didik lebih terbuka dan tidak merasa canggung dalam proses pembelajaran di sekolah. Menerapkan Teknik STOP ini jika terjadi permasalahan besar untuk mengontrol emosi sehingga tidak menjadi konflik berkelanjutan, terus dan tetap menjalin komunikasi yang baik antar peserta didik, orang tua/ wali peserta didik, rekan sejawat, kepala sekolah serta semua warga sekolah, agar tercipta hubungan yang erat, aman, tentram nyaman, dan menyenangkan di sekolah.

Dokumentasi Kegiatan

CONTOH: Diskusi Kelas, Sedang mengajar, Menulis refleksi, dan lain-lain.

Disarankan 3-5 dokumentasi.

UMPAN BALIK

Dari rekan sejawat (2 orang)

  • Foto sedang menulis refleksi
  • Catatan umpan balik

Dari peserta didik (2 orang)

  • Foto sedang menulis refleksi
  • Catatan umpan balik

(Tribunnews.com/M Alvian Fakka)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved