Kurikulum Merdeka
Kunci Jawaban PAI Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka Halaman 193: Contoh Praktik Toleransi
Berikut ini kunci jawaban buku pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka halaman 193: Contoh Praktik Toleransi
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM – Simak berikut ini merupakan kunci jawaban buku pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka halaman 193, karangan Abd. Rahman, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 193.
Pada buku pelajaran buku pelajaran PAI kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka halaman 218 terdapat latihan soal aktivitas 6.7.
Dalam soal tersebut siswa diminta menjawab pertanyaan yang telah terlampir.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran PAI Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka halaman 193 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Kunci Jawaban PAI Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka Halaman 193: Contoh Praktik Toleransi
Kunci Jawaban PAI Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka Hal 193
Carilah contoh-contoh praktik baik toleransi yang dilakukan ulama’ di Indonesia selain yang sudah ada di dalam buku ini baik dengan sesama muslim dan umat antaragama
Jawaban :
Berikut ini contoh-contoh praktik baik toleransi yang dilakukan ulama' di Indonesia.
1. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka Halaman 93: Penilaian Sikap
Gus Dur adalah salah satu ulama dan tokoh yang dikenal luas atas sikap toleransi dan pluralismenya.
Beliau aktif dalam mempromosikan perdamaian antaragama dan melindungi hak-hak minoritas di Indonesia.
Salah satu contoh nyata dari sikap toleransinya adalah ketika beliau menjadi Presiden Indonesia, Gus Dur mencabut larangan terhadap ajaran Konghucu yang sebelumnya dilarang, serta menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional.
Beliau juga selalu mendorong dialog antaragama dan menyatakan bahwa Indonesia adalah milik semua warga negara tanpa memandang agama.
2. KH. Ahmad Dahlan
Sebagai pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan mengajarkan pentingnya sikap toleransi dan kerja sama antarumat beragama.
Dalam beberapa ajarannya, beliau menekankan pentingnya saling menghormati antara sesama umat manusia tanpa melihat perbedaan agama.
Salah satu praktik toleransi yang diterapkan oleh KH. Ahmad Dahlan adalah keterlibatan Muhammadiyah dalam berbagai kegiatan sosial yang tidak hanya terbatas pada kalangan Muslim, tetapi juga membantu seluruh masyarakat Indonesia, tanpa memandang agama.
3. KH. Hasyim Asy’ari
Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari, juga dikenal sebagai ulama yang mengedepankan toleransi dalam ajarannya.
Beliau selalu mendorong umat Islam untuk hidup berdampingan dengan penganut agama lain secara damai dan saling menghormati.
Dalam sejarahnya, KH. Hasyim Asy’ari pernah berdialog dengan pemimpin agama lain untuk menciptakan suasana harmonis di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.
4. KH. Mustafa Bisri (Gus Mus)
Gus Mus, seorang ulama yang juga dikenal sebagai budayawan, selalu menyuarakan pentingnya toleransi dan perdamaian.
Dalam berbagai ceramahnya, Gus Mus sering menekankan bahwa umat Islam harus mampu menjaga kerukunan dengan sesama, baik dengan umat Muslim lain maupun dengan umat agama lain.
Gus Mus juga dikenal sering mengajak umat untuk tidak terprovokasi oleh konflik antaragama dan selalu mengedepankan dialog sebagai solusi terbaik.
*) Disclaimer:
- Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.
- Sebelum melihat kunci jawaban, siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, setelah itu gunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
(Tribunnews.com/Namira)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.