Selasa, 2 Juni 2026

Link Panduan Kurikulum Berbasis Cinta Kemenag 2025, Guru Madrasah Wajib Tahu!

Link Download Resmi Panduan Kurikulum Berbasis Cinta yang telah dirilis Kemenag, berdasarkan Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6077 Tahun 2025.

Tayang:
kemenag.go.id
KURIKULUM BERBASIS CINTA - Cover Panduan Kurikulum Berbasis Cinta yang dirilis Kemenag, Jumat (1/8/2025). Link Download Resmi Panduan Kurikulum Berbasis Cinta yang telah dirilis Kemenag, berdasarkan Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6077 Tahun 2025. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam resmi merilis Panduan Kurikulum Berbasis Cinta Tahun 2025, sebagai acuan baru dalam pelaksanaan pembelajaran di madrasah. 

Panduan Kurikulum Berbasis Cinta ditetapkan melalui Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6077 Tahun 2025, dan dapat diunduh langsung oleh publik melalui laman resmi Kemenag.

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah pendekatan pendidikan yang digagas oleh Kemenag sebagai wajah baru pendidikan Islam yang lebih humanis, inklusif, dan spiritual. 

Kurikulum ini lahir dari kegelisahan atas dominasi pendidikan yang terlalu menekankan aspek kognitif, dan bertujuan untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan emosional

Mengutip laman Kemenag, Kurikulum Berbasis Cinta hadir sebagai respons terhadap tantangan pendidikan abad ke-21, dengan menekankan nilai kasih sayang, toleransi, dan harmoni sosial sebagai inti pembentukan karakter peserta didik. 

Panduan ini berlaku untuk seluruh jenjang madrasah, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah atau Kejuruan (MA/MAK), baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat.

Dalam pengantarnya, Kemenag menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk generasi yang cerdas secara intelektual dan luhur secara moral. 

Kurikulum ini diharapkan mampu mencetak SDM unggul yang berintegritas, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan global dengan jiwa kemanusiaan yang kuat.

Link Download Resmi Panduan Kurikulum Berbasis Cinta: KLIK

Tujuan Kurikulum Berbasis Cinta

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) tidak hanya menjadi sebuah konsep filosofis melainkan juga sebuah kerangka pendidikan transformatif yang bertujuan mewujudkan perubahan nyata, khususnya di lingkungan madrasah. 

Keberhasilan implementasi KBC dapat diukur melalui tiga indikator utama yang merefleksikan dimensi esensial berlandaskan kasih sayang dan kepedulian. 

Indikator-indikator ini merupakan cerminan dari madrasah ideal yang diimpikan, yaitu lingkungan yang aman, murid yang berkembang secara holistik, dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan.

Baca juga: Kisi-Kisi TKA SD dan SMP: Jenis Soal, Muatan, Serta Kompetensi Mapel yang Diujikan

1. Madrasah Ramah Anak: Lingkungan Belajar yang Aman dan Toleran

Madrasah harus sepenuhnya aman dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikis, termasuk perundungan (bullying) dan kekerasan seksual. 

Lebih dari itu, madrasah ramah anak adalah ruang yang terbuka dan toleran di mana tidak ada tempat bagi diskriminasi dan intoleransi berdasarkan latar belakang, suku, agama, atau karakteristik individu lainnya.

Setiap anak merasa diterima, dihargai, dan terlindungi sehingga memungkinkan mereka untuk belajar dan berkembang tanpa rasa takut.

2. Murid Sejahtera secara Mental dan Spiritual

Melalui KBC, murid dibekali dengan keterampilan sosial dan emosional (SEL) yang kuat. 

Hal ini dapat membekali mereka untuk mengenali dan mengelola emosi diri, memahami orang lain, serta membangun hubungan yang sehat. 

Mereka akan memiliki resiliensi tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, seperti tidak mudah menyerah dan mampu bangkit dari kesulitan. 

Tujuan akhirnya adalah membentuk murid menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan mampu berkembang menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri, mengoptimalkan potensi yang mereka miliki secara utuh.

3. Madrasah Ramah Lingkungan: Lingkungan Belajar yang Lestari, Bersih, dan Rapi

Madrasah tidak hanya mengajarkan teori tentang pelestarian lingkungan, tetapi juga menerapkan budaya dan praktik ramah lingkungan secara konsisten, mulai dari kebijakan institusional hingga praktik sehari-hari. 

Ini bisa mengarah pada pengelolaan sampah yang efektif, efisiensi energi, penanaman pohon, atau program edukasi lingkungan yang berkelanjutan sehingga dapat membentuk murid yang mencintai dan bertanggung jawab terhadap alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari diri mereka.

Prinsip Kurikulum Berbasis Cinta

1. Pendidikan Berbasis Nilai

Menekankan pada pemahaman, internalisası, dan menghidupkan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.

2. Pengembangan Karakter

Fokus pada pengembangan karakter murid dengan memperkuat sifat-sifat seperti: empati, toleransi, dan rasa hormat

3. Keteladanan

Menumbuhkan para pemimpin yang dapat menjadi role model nyata pengimplementasian nilai-nilai cinta dalam kehidupan sehari-hari.

4. Pendekatan Holistik

Mempertimbangkan semua aspek perkembangan murid fisik, kognitif, emosional, sosial, dan spiritual

5. Pendekatan Komunitas

Melibatkan orangtua dan masyarakat sebagai aktor penting dalam menghidupkan nilai cinta di keluarga dan lingkungan.

Metode Kurikulum Berbasis Cinta

1. Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Kegiatan belajar seperti proyek sosial, pengabdian masyarakat, dan pengalaman kolaboratif.

2. Pembelajaran Mendalam (deeplearning)

Proses internalisasi nilai dilakukan secara berkesadaran (mindful), menekankan pada pemaknaan (meaningful), dan mengembirakan jayful)

3. Pembelajaran yang Kreatif & Inovatif

Menggunakan metode berfikir yang kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah seperti design for change atau design thingking.

4. Dialog dan Komunikasi Terbuka

Menerapkan komunikasi welas asih (compassionate communication), yang mengutamakan koneksi sebelum koreksi.

5. Evaluasi Berbasis Proses

Menggunakan metode evaluasi yang tidak hanya fokus pada hasil akademis, tetapi juga pada perkembangan karakter dan penerapan nilai-nilai cinta dalam kehidupan sehari-hari.

(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved