Kurikulum Merdeka
Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 23, Rajin Berlatih Bab 1
Materi ini terdapat pada buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 7 SMP halaman 23 Kurikulum Merdeka, tepatnya pada Rajin Berlatih Bab 1.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Endra Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM - Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 7 SMP karya Rudi Ahmad Suryadi dan Sumiyati mengajak siswa untuk mendalami ajaran agama Islam sebagai pedoman hidup.
Materi ini terangkum secara komprehensif pada Bab 1: Al-Qur'an dan Sunah sebagai Pedoman Hidup, tepatnya pada bagian Rajin Berlatih Bab 1 bagian II.
Buku ini diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan menjadi salah satu sumber belajar yang relevan dengan kurikulum saat ini.
Soal-soal pada bagian ini dirancang untuk menguji pemahaman siswa tentang konsep-konsep dasar dalam Islam, mulai dari ketaatan kepada Allah, Rasul, dan ulil amri, hingga pemahaman mendalam tentang ilmu hadis dan hukum tajwid.
Latihan ini juga mengasah kemampuan siswa untuk mengidentifikasi dan membedakan berbagai istilah penting dalam kajian Islam.
Tujuan dari latihan ini adalah untuk membantu siswa mengingat kembali pemahaman materi yang telah dipelajari, memastikan konsep dasar tertanam dengan baik, dan mempersiapkan mereka untuk topik-topik selanjutnya.
Berikut adalah kunci jawaban PAI Kelas 7 Halaman 23 Kurikulum Merdeka, Rajin Berlatih Bab 1, yang dapat dijadikan panduan belajar dan bahan diskusi.
Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 23
II. Jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Kita diperintahkan untuk patuh dan taat kepada Allah Swt. Taat kepada Allah Swt. adalah mengikuti ajaran Al-Qur'an, sedangkan taat kepada Rasulullah saw. dengan mengamalkan sunahnya, begitu pula menaati ulil amri. Tuliskan dalil naqli yang menjelaskan kewajiban kita untuk taat kepada Allah Swt., rasul dan ulil amri!
Jawaban:
Baca juga: Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 7 Halaman 215: Aktivitas 9.8 tentang Kemabruran
Dalil naqli yang menjelaskan kewajiban ini adalah firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an surat An-Nisa' ayat 59:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."
2. Mengapa sebagai seorang muslim yang baik, harus menaati ulil amri selama kebijakan mereka tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan Hadis?
Jawaban:
Sebagai seorang Muslim yang baik, kita wajib menaati ulil amri (pemegang kekuasaan) karena mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat.
Ketaatan ini diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang damai, teratur, dan sejahtera.
Namun, ketaatan tersebut bersifat bersyarat, yaitu selama kebijakan yang mereka buat tidak bertentangan dengan ajaran Al-Qur'an dan Hadis.
Jika kebijakan mereka bertentangan, maka umat Islam tidak wajib menaatinya, karena ketaatan tertinggi adalah kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.
3. Alif lam Qamariyyah merupakan Alif lam yang berhadapan dengan salah satu huruf Alif Lam Qamariyyah. Tuliskan hukum bacaan Alif Lam Qamariyyah yang ada pada Q.S. an-Nahl/16: 64! Berikan alasannya!
Jawaban:
Pada Q.S. an-Nahl/16: 64, hukum bacaan Alif lam Qamariyyah terdapat pada kata اَلْعَالَمِيْنَ (al-'ālamīn). Hukum ini berlaku karena:
Alasannya: Huruf alif lam (ال) bertemu dengan huruf 'ain (ع), yang merupakan salah satu dari 14 huruf qamariyyah. Cara membacanya adalah dengan jelas (izhar), di mana suara lam (ل) tetap terdengar dengan terang.
4. Buatlah peta konsep tentang perbedaan sunah, Hadis, asar, dan khabar!
Jawaban:
Berikut adalah peta konsep yang menjelaskan perbedaan antara keempat istilah tersebut:
- Sunah: Istilah yang paling luas, mencakup segala perilaku, perkataan, dan ketetapan Nabi Muhammad SAW.
- Hadis: Merupakan bagian dari sunah, yaitu segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan (takrir) Nabi Muhammad SAW.
- Asar: Merujuk pada perkataan dan perbuatan para sahabat Nabi SAW.
- Khabar: Merujuk pada segala sesuatu yang disandarkan kepada selain Nabi dan sahabat, seperti para tabi'in.
5. Jelaskan fungsi Hadis terhadap Al-Qur'an!
Jawaban:
Fungsi utama Hadis terhadap Al-Qur'an adalah sebagai berikut:
- Bayan at-Taqrir (Memperkuat): Hadis berfungsi menguatkan atau mempertegas hukum yang sudah ada dalam Al-Qur'an.
- Bayan at-Tafsir (Menafsirkan/Merinci): Hadis menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an yang masih bersifat umum atau global. Contohnya, Al-Qur'an memerintahkan salat, sementara Hadis menjelaskan secara rinci tentang tata cara, jumlah rakaat, dan waktu pelaksanaannya.
- Bayan at-Tasyri' (Menetapkan Hukum Baru): Hadis menetapkan hukum-hukum baru yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur'an. Contohnya, larangan menikahi seorang wanita bersamaan dengan bibi atau keponakannya.
- Bayan an-Nasakh (Menghapus Hukum): Sebagian ulama berpendapat bahwa Hadis dapat menghapus atau mengubah hukum yang ada dalam Al-Qur'an. Namun, fungsi ini masih menjadi perdebatan di kalangan para ulama.
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 243 Kurikulum Merdeka, Pilihan Ganda Bab 4: Andalusia
Disclaimer:
- Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
- Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.
(Tribunnews.com/Farra)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.