Kamis, 11 Juni 2026

Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 50: Aktivitas 10 Interaksi sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

Kunci jawaban IPS kelas 7 halaman 50 Kurikulum Merdeka Aktivitas 10 tentang bentuk interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Tayang:
Canva Tribunnews
GRAFIS MAPEL IPS - Grafis Mapel IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) dibuat menggunakan Canva Premium pada Senin (8/9/2025). Simak Kunci Jawaban Mapel IPS kelas 7 halaman 50 Kurikulum Merdeka. 

TRIBUNNEWS.COM – Pada buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), siswa kelas 7 SMP mempelajari tentang bentuk interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Pada materi kali ini, siswa diminta untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan bentuk interaksi sosial.

Buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas 8 Kurikulum Merdeka halaman 50 karangan Muhammad Nursa'ban dan Supardi terbitan Kemdikbudristek tahun 2023 edisi Revisi, siswa diminta untuk mengerjakan soal Aktivitas 10 Proyek.

Pada soal halaman 50 siswa diminta untuk mengerjakan tugas sesuai dengan langkah-langkahnya.

Berikut Tribunnews sajikan kunci jawaban buku IPS kelas 7 halaman 50 pada soal Aktivitas 10.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 1 Halaman 199: Menulis

Aktivitas 10 PROYEK

Tema: Bentuk Interaksi Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengerjaan aktivitas: berkelompok (3 atau 4 orang)

Langkah-langkah pengerjaan proyek:

1. Mengidentiikasi Masalah

Buatlah penelitian sederhana untuk memahami permasalahan interaksi sosial disosiatif dalam kehidupan.

Penelitian tersebut dilakukan dengan cara mencari data dan informasi dari sumber pustaka seperti jurnal dan buku (cetak maupun digital).

Untuk lebih jelasnya, ikutilah tahap-tahap berikut ini.

Tahap 1: menentukan topik penelitian

Pilihlah topik spesiik yang ingin kalian bahas mengenai bentuk interaksi sosial disosiatif di Indonesia. (Pilih salah satu jenis contoh dari interaksi sosial disosiatif.)

Tahap 2: membuat latar belakang

Susunlah sebuah latar belakang penelitian yang menjelaskan topik bahasan dan mengapa pembahasan tersebut penting untuk dilakukan.

Tahap 3: menyusun pertanyaan penelitian

Buatlah pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai topik bahasan, kemudian kelompokkan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Rangkum
menjadi dua atau tiga pertanyaan kunci untuk dijadikan sebagai pertanyaan penelitian.

2. Mengumpulkan dan Mengelola Informasi

  • Carilah sumber informasi sebanyak-banyaknya mengenai topik bahasan. Sumber utama berbentuk sumber tertulis seperti jurnal dan buku baik cetak maupun digital. Adapun sumber tambahan bisa berbentuk video atau wawancara.
  • Temukan informasi-informasi yang bisa menjawab pertanyaan penelitian yang sudah disusun.
  • Buatlah sebuah laporan hasil penelitian dengan sistematika sebagai berikut.
  • A. Latar Belakang
    B. Pertanyaan Penelitian
    C. Pembahasan
    D. Daftar Pustaka

3. Merencanakan dan Mengembangkan Ide Solusi

  • Buatlah rencana kegiatan untuk membagikan hasil penelitian kalian. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran orang lain agar tidak melakukan pelanggaran nilai dan norma.
  • Diskusikanlah bentuk kegiatannya bersama teman sekelas dengan menentukan hal-hal berikut ini.

    1) Tujuan kegiatan (Apa tujuan kegiatan yang akan dilakukan?)

    2) Sasaran audiens (Siapa yang akan menjadi sasaran kegiatan?)

    3) Media kampanye (Dalam bentuk apa kampanye dilakukan?)Opsi: pembuatan poster, selebaran, presentasi, pameran, dan sebagainya.

    4) Alat dan bahan yang dibutuhkan (Apa saja alat dan bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan ini?)

    5) Waktu dan langkah pelaksanaan (Bagaimana mengatur waktu dan langkah-langkah untuk melaksanakan kegiatan ini? Kapan eksekusi kegiatan ini akan dilakukan?)

4. Merumuskan Kesimpulan dan Melaksanakan Aksi

  • Laksanakanlah kegiatan yang telah kalian rencanakan.
  • Lakukanlah evaluasi untuk mengukur keberhasilan dari proses kegiatan yang telah dilakukan.

Baca juga: Kunci Jawaban Informatika Kelas 5 Halaman 11 dan 12 Kurikulum Merdeka Bab 1: Ayo Lakukan 1.2

Jawaban:

Laporan Penelitian Sederhana

Tema: Bentuk Interaksi Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

Topik: Dampak Kontravensi di Kalangan Pelajar

A. Latar Belakang

Interaksi sosial merupakan dasar dari kehidupan bermasyarakat. Dalam praktiknya, interaksi sosial dapat bersifat asosiatif (mendukung kerja sama) maupun disosiatif (menimbulkan pertentangan). Salah satu bentuk interaksi sosial disosiatif adalah kontravensi, yaitu sikap menentang secara tersembunyi yang biasanya ditunjukkan melalui gosip, sindiran, atau penolakan tidak langsung.

Fenomena kontravensi sering terjadi di lingkungan pelajar, misalnya saat ada aturan sekolah yang tidak disukai, atau ketika muncul persaingan antar teman. Meskipun tidak terlihat sebagai konflik terbuka, kontravensi bisa merusak hubungan pertemanan, menurunkan semangat belajar, bahkan memicu bullying. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan agar dapat memberikan pemahaman tentang dampak kontravensi di kalangan pelajar dan bagaimana cara mencegahnya.

B. Pertanyaan Penelitian

  • Apa bentuk kontravensi yang sering muncul di kalangan pelajar?
  • Apa dampak kontravensi terhadap hubungan sosial antar siswa?
  • Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kontravensi agar tidak berkembang menjadi konflik?

C. Pembahasan

Berdasarkan hasil telaah dari berbagai sumber pustaka (buku sosiologi, artikel pendidikan, dan jurnal perilaku sosial remaja), ditemukan beberapa poin penting:

1.Bentuk kontravensi di kalangan pelajar:

  • Sindiran melalui media sosial.
  • Menyebarkan gosip atau rumor.
  • Pura-pura setuju dengan aturan, tetapi sebenarnya menolak.

2.Dampak kontravensi terhadap hubungan sosial:

  • Merusak rasa percaya antar siswa.
  • Memicu perpecahan dalam kelompok belajar.
  • Menurunkan solidaritas antar teman sebaya.

3.Upaya pencegahan kontravensi:

  • Menumbuhkan budaya komunikasi terbuka di sekolah.
  • Membiasakan siswa menyampaikan kritik secara santun.
  • Guru dan konselor aktif melakukan mediasi jika ada masalah antar siswa.
  • Menanamkan nilai toleransi dan empati melalui kegiatan ekstrakurikuler.

D. Daftar Pustaka

  • Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers, 2017.
  • Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
  • Artikel Jurnal Pendidikan Karakter, Kemendikbud, 2020.
  • Modul Sosiologi Kelas XI, Kemdikbud, 2021.

Rencana Kegiatan Kampanye Anti-Kontravensi

Tujuan kegiatan:

  • Memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya kontravensi.
  • Mengajak siswa menyelesaikan masalah dengan komunikasi positif.

Sasaran audiens:

Siswa kelas X, XI, dan XII di sekolah.

Media kampanye:

  • Poster edukasi “Stop Sindiran, Mulai Bicara Baik”.
  • Presentasi kelompok di kelas.
  • Pameran karya siswa tentang pentingnya menjaga hubungan sosial sehat.

Alat dan bahan:

Laptop, proyektor, kertas karton, spidol warna, hasil cetak poster.

Waktu dan langkah pelaksanaan:

Minggu 1 → persiapan materi dan desain poster.

Minggu 2 → presentasi di kelas dan pemasangan poster di area sekolah.

Minggu 3 → pameran karya dan diskusi terbuka.

Kesimpulan dan Aksi

Kontravensi merupakan bentuk interaksi sosial disosiatif yang dapat merugikan pelajar karena merusak hubungan sosial dan solidaritas.

Melalui kegiatan kampanye edukasi, diharapkan siswa lebih terbuka, menghargai perbedaan, dan mampu menyelesaikan masalah tanpa sindiran atau gosip.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 1 Halaman 197: Mengamati

Disclaimer:

  • Kunci jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
  • Sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa sudah mengerjakan sendiri soal-soal tersebut.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved