Sabtu, 25 April 2026

Tes Kemampuan Akademik

Kemendikdasmen Siapkan TKA SD dan SMP 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Tahapannya

Kemendikdasmen akan menggelar TKA SD dan SMP tahun 2026, dengan pendaftaran dibuka pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026.

Instagram @kemendikdasmen
PENDAFTARAN TKA SD-SMP - Gambar diunduh dari Instagram @kemendikdasmen, Kamis (25/12/2025). Kemendikdasmen akan menggelar TKA SD dan SMP tahun 2026, dengan pendaftaran dibuka pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Kemendikdasmen akan menggelar TKA SD dan SMP tahun 2026 yang terintegrasi dengan Asesmen Nasional, dengan pendaftaran dibuka 19 Januari–28 Februari 2026.
  • Pelaksanaan TKA berbasis komputer disertai simulasi dan gladi bersih, dengan jadwal ujian April 2026 dan pengumuman hasil 24 Mei 2026.
  • TKA bukan ujian kelulusan, melainkan alat pemetaan capaian akademik murid untuk mendukung perbaikan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan.

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menyiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2026.

Rencana jadwal pelaksanaan TKA SD dan SMP tersebut akan diintegrasikan dengan Asesmen Nasional (AN).

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, mengungkapkan pendaftaran TKA bagi murid kelas VI SD dan kelas IX SMP direncanakan dibuka pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026.

Untuk memastikan kesiapan teknis, Kemendikdasmen juga akan melaksanakan serangkaian simulasi TKA.

Simulasi TKA SMP dijadwalkan berlangsung pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026, sedangkan simulasi TKA SD pada 2 Maret hingga 8 Maret 2026.

Tahap persiapan akhir atau gladi bersih akan dilaksanakan pada 9 Maret hingga 17 Maret 2026.

Adapun pelaksanaan TKA SMP dijadwalkan berlangsung pada 6 April hingga 16 April 2026, sementara TKA SD akan dilaksanakan pada 20 April hingga 30 April 2026.

"Seluruh proses asesmen akan dilaksanakan berbasis komputer dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur dan kondisi daerah. Mekanisme penyesuaian akan disiapkan untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan," ujar Toni, dikutip dari puslapdik.kemendikdasmen.go.id, Minggu (28/12/2025).

Selanjutnya, hasil TKA akan diolah pada 18 Mei hingga 23 Mei 2026 dan diumumkan pada 24 Mei 2026.

Penilaian TKA  menggunakan pendekatan penilaian yang mempertimbangkan tingkat kesulitan dan karakteristik soal, sehingga memberikan gambaran capaian yang lebih adil dan informatif.

Setiap murid akan memperoleh hasil disertai deskripsi capaian sebagai panduan untuk meningkatkan kompetensi.

Baca juga: Soroti Nilai TKA Matematika-Bahasa Inggris Rendah, Komisi X DPR Nilai Tak Sepenuhnya Kelemahan Siswa

TKA Bukan Penentu Lulus, tetapi Pemetaan Capaian Akademik Murid

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP merupakan kelanjutan dari pelaksanaan TKA tahun 2025 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C yang berlangsung pada 3–6 November 2025.

Pelaksanaan TKA tersebut diikuti oleh lebih dari 82 persen satuan pendidikan sasaran, dengan tingkat kehadiran murid mencapai 98,56 persen dari total peserta terdaftar.

"TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib. Kehadiran TKA dimaksudkan untuk membantu satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memahami kondisi riil capaian akademik murid, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah," ucap Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan pada jenjang SD dan SMP, TKA akan disinergikan dengan Asesmen Nasional dengan karakteristik serta pendekatan penilaian yang disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik.

Baca juga: Kisi-Kisi Materi TKA SMP 2026 Mapel Bahasa Indonesia dan Matematika

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyebutkan TKA dirancang sebagai asesmen dengan tiga fungsi utama, yakni assessment of learning untuk memotret capaian, assessment for learning sebagai dasar perbaikan pembelajaran, serta assessment as learning sebagai bagian dari sistem penilaian pendidikan yang komprehensif.

Sementara itu, Toni menambahkan TKA dirancang sebagai alat diagnosis nasional untuk membaca kemampuan akademik murid secara lebih adil, kontekstual, dan berkelanjutan.

"Data TKA menjadi titik awal untuk perbaikan, bukan titik akhir. Hasilnya akan digunakan untuk memperkuat pembelajaran mendalam, penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kualitas proses belajar-mengajar," kata Toni.

Melalui pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026, pemerintah berharap dapat memperkuat fondasi pembelajaran sejak dini serta mendorong peningkatan mutu pendidikan secara sistemik dan berkelanjutan.

(Tribunnews.com/Latifah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved