Selasa, 19 Mei 2026

Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 103, Ayo, Mengamati: Kasus 2

Soal ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 6 Kurikulum Merdeka, pada Halaman 103, bagian Ayo, Mengamati: Kasus 2.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI KUNCI JAWABAN - Sejumlah siswa mengikuti pelajaran di Sekolah Dasar Pasirranji 04, Desa Cireundeu, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/11/2024). Soal ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 6 Kurikulum Merdeka, pada Halaman 103, bagian Ayo, Mengamati: Kasus 2. 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas VI, peserta didik tidak hanya diajak mempelajari konsep-konsep pengetahuan, tetapi juga diajak memahami kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang kaya akan nilai, tradisi, dan kearifan lokal. 

Pada Bab 4: Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa, siswa diajak menyelami makna penting kearifan lokal sebagai warisan budaya yang menjaga harmoni dan persatuan dalam keberagaman.

Melalui berbagai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa dilatih untuk mengamati, berpikir kritis, serta merefleksikan sikap yang tepat dalam menghadapi perbedaan budaya, kebiasaan, dan pandangan hidup di lingkungan masyarakat.

Salah satu aktivitas penting dalam bab ini adalah Ayo, Mengamati: Kasus 2 yang terdapat pada halaman 103.

Pada bagian ini, siswa disuguhkan sebuah peristiwa nyata yang menggambarkan dinamika kehidupan sosial, khususnya berkaitan dengan nilai-nilai tradisi, kebiasaan keluarga, serta pandangan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. 

Melalui kasus tersebut, siswa diajak memahami bahwa kearifan lokal bukan sekadar kebiasaan lama, tetapi memiliki makna dan tujuan positif dalam menjaga ketertiban, keselamatan, serta keharmonisan hidup bersama.

Kegiatan pengamatan dalam Kasus 2 mendorong siswa untuk tidak langsung menilai benar atau salah, melainkan belajar melihat suatu peristiwa dari berbagai sudut pandang. 

Dengan demikian, siswa dilatih untuk bersikap bijak, menghargai perbedaan pendapat, serta memahami pentingnya dialog dan sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Materi ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas VI karya Amalia Fitri, Ati Haviati Oktora, Ekatannia Tresnasari, dan Maria Jeanindya Wahyudi yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Berikut ini adalah kunci jawaban IPAS Kelas 6 halaman 103 pada bagian Ayo, Mengamati: Kasus 2, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendamping belajar bagi siswa, serta referensi bagi guru dan orang tua dalam mendampingi proses pembelajaran agar lebih terarah, kontekstual, dan bermakna.

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 103 Kurikulum Merdeka

Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 102, Ayo, Mengamati: Kasus 1

Ayo, Mengamati

Kasus 2

Sepulang sekolah, Aga bermain badminton bersama teman-teman di lapangan komplek rumahnya. Saking asyiknya bermain, Aga baru sadar kalau suasana mulai redup menandakan hari menjelang malam. Aga pun mengajak teman-temannya untuk mengakhiri permainan dan pulang. Tetapi beberapa temannya menolak karena permainan mereka sedang seru-serunya.

"Main menjelang malam tidak baik, teman-teman. Sebentar lagi magrib. Kata nenekku, menjelang magrib banyak jin yang keluar," ujar Aga mengingatkan. Tetapi teman-temannya menertawakan dan mengatakan kalau larangan itu mitos. Larangan itu ada, karena dulu tidak ada penerangan seperti sekarang. Jadi suasana akan sangat gelap. Kalau sekarang, mereka bermain di lapangan kompleks yang terang oleh pencahayaan lampu yang memang dipasang di sana. Aga pun ragu. Ia ingat pesan neneknya. Ia berpendapat bahwa penjelasan temannya bisa dipahami. Akhirnya, ia memutuskan untuk melanjutkan bermain bersama teman-temannya.

Diskusikan kembali bersama teman sebangkumu mengenai:

1. Apakah kamu setuju dengan keputusan Aga? Jelaskan alasanmu!

Jawaban:

Kami kurang setuju dengan keputusan Aga yang memilih melanjutkan bermain. 

Walaupun alasan teman-temannya masuk akal karena lapangan sudah terang oleh lampu, Aga seharusnya tetap menghargai nasihat neneknya. 

Selain itu, waktu menjelang magrib adalah waktu untuk bersiap pulang, beristirahat, mandi, dan menjalankan ibadah bagi yang beragama Islam. Pulang lebih awal juga lebih aman dan membuat orang tua tidak khawatir.

2. Apakah di keluargamu memiliki larangan yang sama?

Jawaban:

Di keluarga kami, sebagian besar memiliki larangan yang sama, yaitu tidak boleh bermain di luar rumah saat menjelang magrib. 

Orang tua biasanya menyarankan agar anak-anak sudah berada di rumah sebelum magrib untuk mandi, makan, dan beribadah.

3. Apa pendapatmu tentang larangan bermain menjelang magrib?

Jawaban:

Menurut kami, larangan bermain menjelang magrib tidak hanya soal mitos, tetapi juga mengandung nilai kebaikan. 

Larangan ini mengajarkan kedisiplinan waktu, menjaga keselamatan, dan menghormati waktu ibadah. Meskipun sekarang penerangan sudah baik, kebiasaan pulang sebelum magrib tetap bermanfaat.

4. Tuliskan hasil diskusimu dari contoh kasus 1 dan 2 lalu presentasikan di depan kelas!

Jawaban:

Dari contoh kasus ini, kami menyimpulkan bahwa:

  • Nasihat orang tua dan orang yang lebih tua sebaiknya didengarkan.
  • Bermain memang penting, tetapi harus tahu waktu.
  • Menjelang magrib adalah waktu yang baik untuk berada di rumah bersama keluarga.
  • Tradisi dan kebiasaan lama sering kali memiliki tujuan yang baik bagi keselamatan dan pembentukan karakter anak.

Disclaimer:

  • Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
  • Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.

(Tribunnews.com/Farra)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved