Kamis, 11 Juni 2026

Santri Tahfidz SMP Al Hikmah Surabaya Jalani Misi Dakwah dan Pendidikan ke Turki

Puluhan siswa Kelas IX Tahfidz SMP Al Hikmah Surabaya berangkat ke Turki dalam program International Safar 2026

Tayang:
Editor: Dodi Esvandi
HO/IST
Puluhan siswa Kelas IX Tahfidz SMP Al Hikmah Surabaya berangkat ke Turki dalam program International Safar (INTSAF) 2026 yang berlangsung pada 7–14 Februari 2026. 

TRIBUNNEWS.COM. SURABAYA – Puluhan siswa Kelas IX Tahfidz SMP Al Hikmah Surabaya berangkat ke Turki dalam program International Safar (INTSAF) 2026 yang berlangsung pada 7–14 Februari 2026. 

Perjalanan ini bukan sekadar wisata, melainkan sebuah misi pendidikan, dakwah, dan pertukaran budaya di kancah internasional.

Kepala Sekolah SMP Al Hikmah Surabaya, Abu Said Qhodri, menegaskan bahwa INTSAF menjadi momentum emas bagi para penghafal Al-Qur’an untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat karakter.

“Ini adalah ikhtiar kami mencetak pemimpin masa depan. Program ini adalah bukti komitmen kami dalam memberikan pengalaman belajar terbaik. Kami ingin mencetak generasi berakhlaqul karimah, teguh memegang Al-Qur’an, namun tetap memiliki daya saing global,” ujar Abu Said.

Selama sepekan di Turki, para siswa menjalani agenda padat yang menggabungkan penguatan spiritual dengan wawasan sejarah. 

Baca juga: TKA SD dan SMP 2026 Dimulai Kapan? Ini Hal-hal yang Perlu Disiapkan oleh Siswa dan Orang Tua

Beberapa poin utama kegiatan mereka meliputi:

  • Eksplorasi Sejarah: Menyelami kejayaan Islam di Masjid Sultan Ahmed dan Hagia Sophia.
  • Pertukaran Budaya: Mengikuti program Sit-in Class di Imam Hatip Lisesi untuk merasakan langsung suasana pendidikan di Turki.
  • Puncak Spiritual: Melakukan Tasmi’ (memperdengarkan hafalan Al-Qur'an) di Suleymaniye Islamic Boarding School.

Sesi Tasmi’ di Suleymaniye menjadi momen paling emosional sekaligus membanggakan, di mana lantunan ayat suci dari siswa Surabaya bergema di salah satu pusat pendidikan Islam bersejarah di Istanbul.

Program INTSAF 2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi siswa, tetapi juga mempererat tali ukhuwah Islamiyah antara Indonesia dan Turki.

"Kami ingin pengalaman ini memperkaya jiwa mereka. Pulang dari sini, mereka bukan hanya membawa kenangan, tapi membawa semangat baru untuk menjadi rahmat bagi semesta," tutup Abu Said Qhodri.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved