Senin, 1 Juni 2026

Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Kurikulum Merdeka Halaman 146-147: Bencana Sosial

Kunci jawaban IPS Kelas 8 halaman 146-147 tentang jenis-jenis keragaman budaya. Siswa diminta membaca teks sebelum mengisi jawaban.

Tayang:
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Febri Prasetyo
TribunJabar.id/GANI KURNIAWAN
SISWA SMP - Siswa mengerjakan soal Bahasa Indonesia lewat komputer saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Alfa Centauri, Jalan Palasari, Kota Bandung, Senin (9/5/2016). Simak kunci jawaban IPS kelas 8 halaman 146-147 Kurikulum Merdeka. 

TRIBUNNEWS.COM - Kunci jawaban IPS Kelas 8 Kurikulum Merdeka halaman 146-147 disediakan sebagai bahan referensi sekaligus panduan belajar bagi siswa.

Tujuannya untuk membantu siswa memahami materi yang sedang dipelajari.

Dengan adanya kunci jawaban ini, siswa dapat membandingkan hasil pekerjaan mereka dengan jawaban yang benar sehingga lebih mudah menemukan kesalahan dan memperbaikinya.

Sebelum melihat kunci jawaban, sangat dianjurkan agar siswa terlebih dahulu berusaha mengerjakan soal secara mandiri.

Pada buku IPS Kelas 8 halaman 146-147 Kurikulum Merdeka yang ditulis oleh Supardi, dkk dan diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2021, terdapat latihan yang berkaitan dengan materi Bab 3, Perubahan dan Keberlanjutan dalam Kehidupan Masyarakat.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 239 Kegiatan 9.3: Catatan Isi Buku dan Indeks

IPS Kelas 8 Halaman 146-147

a. Pilihlah salah satu bencana yang paling mengancam tempat tinggalmu!

Jawaban:

Bencana yang paling mengancam dan kerap melanda wilayah tempat tinggal saya (terutama wilayah dataran rendah dan bantaran sungai di Solo Raya/Karanganyar) adalah Bencana Banjir (khususnya banjir luapan sungai atau banjir kiriman).

b. Diskusikan penyebab dan dampak bencana tersebut!

Jawaban:

Faktor Alam: Curah hujan yang sangat tinggi dengan durasi lama di wilayah hulu (seperti lereng Gunung Lawu), yang kemudian mengalir ke sungai-sungai utama seperti Bengawan Solo dan anak sungainya.

Faktor Manusia: Alih fungsi lahan di daerah hulu menjadi kawasan pemukiman atau wisata, berkurangnya daerah resapan air, sistem drainase perkotaan yang buruk, serta perilaku membuang sampah sembarangan yang menyumbat aliran air.

Baca juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 273 Uji Kompetensi Pilihan Ganda

Dampak:

Ekonomi: Kerusakan rumah tinggal, perabotan, fasilitas umum, serta lumpuhnya aktivitas perdagangan dan transportasi.

Kesehatan: Munculnya ancaman penyakit pasca-banjir seperti diare, penyakit kulit, dan leptospirosis akibat air yang tercemar.

Sosial: Mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah, memicu pengungsian, dan menimbulkan trauma psikologis bagi warga terdampak.

c. Upaya apa yang perlu dilakukan untuk mengurangi dampak bencana tersebut? Hambatan apa saja yang ada untuk mengatasi masalah bencana tersebut?

Jawaban:

Struktural: Normalisasi sungai secara berkala, pembuatan tanggul peninggi di bantaran sungai, serta pembuatan sumur resapan dan biopori di pekarangan rumah.

Non-Struktural: Menjaga kebersihan saluran air, penanaman pohon (reboisasi) di hulu, serta pembentukan tim siaga bencana berbasis masyarakat untuk memantau Early Warning System (EWS) saat debit air sungai mulai naik (Siaga/Waspada).

Hambatan dalam Mengatasi Masalah:

Faktor Perilaku: Masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai atau saluran drainase.

Faktor Tata Ruang: Padatnya pemukiman di sepanjang bantaran sungai yang menyulitkan proses pelebaran atau pengerukan sungai.

Faktor Pendanaan: Biaya infrastruktur penahan banjir berskala besar yang membutuhkan anggaran sangat tinggi dan waktu pengerjaan yang lama.

Baca juga: Kunci Jawaban IPS Halaman 210 Kelas 8: Kerja Paksa Belanda dan Dampaknya bagi Rakyat Indonesia

d. Nilai-nilai apakah yang dapat kamu ambil saat mengerjakan tugas ini?

Jawaban:

Nilai Peduli Lingkungan: Menyadari bahwa tindakan kecil kita sehari-hari terhadap lingkungan (seperti membuang sampah atau menjaga resapan air) berdampak besar pada potensi bencana di sekitar kita.

Nilai Gotong Royong dan Solidaritas: Memahami bahwa penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan komunitas relawan demi keselamatan bersama.

Nilai Tangguh dan Tanggap (Resiliensi): Melatih diri untuk selalu waspada, kritis dalam membaca situasi lingkungan sekitar, dan siap sedia menghadapi segala kemungkinan kondisi alam.

*) Disclaimer:

Kunci jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.

Sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa sudah mengerjakan sendiri soal-soal tersebut.

(Tribunnews.com/Mohay)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved