Rabu, 10 Juni 2026

Riset: Daerah Vulkanik di Indonesia Cenderung Memiliki Angka Stunting Lebih Rendah

Dalam penelitiannya, Jadrianna menelusuri hubungan antara kesuburan tanah akibat aktivitas vulkanik dan tingkat stunting di berbagai wilayah.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
Dok Pribadi
POTENSI TANAH VULKANIK - Jadrianna Sutrisno, siswi kelas 11 Jakarta Intercultural School (JIS), mempresentasikan hasil penelitiannya bertajuk From Soil to Supper: Agriculture and Child Health in Indonesia dalam Jakarta Scholars Symposium (JSS) 2026. Penelitian tersebut mengungkap potensi tanah vulkanik yang kaya unsur hara dalam mendukung produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan upaya menurunkan angka stunting di Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik 

Penelitian tersebut juga menyoroti sejumlah hambatan geografis yang memengaruhi produksi pangan di beberapa daerah.

Di Papua, sebagian wilayah didominasi lahan gambut yang memiliki tingkat keasaman tinggi dan kandungan unsur hara yang relatif rendah. Kondisi ini membuat produktivitas pertanian lebih sulit ditingkatkan dibandingkan daerah dengan tanah vulkanik yang subur.

Sementara di Nusa Tenggara Timur (NTT), tantangan utama berasal dari keterbatasan air. Sekitar 72 persen wilayah provinsi tersebut menerima curah hujan kurang dari 2.000 milimeter per tahun sehingga petani sangat bergantung pada musim hujan.

Kombinasi kondisi tanah dan keterbatasan sumber air membuat produksi pangan di sejumlah wilayah menjadi lebih rentan.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Jadrianna mengajukan tiga rekomendasi utama untuk membantu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendukung upaya penurunan stunting.

Pertama, restorasi lahan gambut yang telah mengalami degradasi, khususnya di Papua, agar kualitas tanah dapat meningkat dan mendukung produktivitas pertanian yang lebih baik.

Kedua, memperluas pembangunan sistem irigasi dan pengelolaan sumber daya air, termasuk pemanfaatan teknologi pemanenan air hujan untuk membantu petani menghadapi musim kering.

Ketiga, memperkuat infrastruktur transportasi dan layanan publik guna memastikan distribusi pangan bergizi serta akses layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil.

"Kita sekarang mengetahui bahwa abu vulkanik sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah, dan tanah yang subur sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Hal tersebut memiliki hubungan langsung dengan gizi dan kesehatan anak di Indonesia," kata Jadrianna.

"Jadi, lain kali ketika melihat makanan di piring Anda, cobalah berpikir bahwa sesuatu yang tampak destruktif seperti gunung berapi mungkin turut berperan menghadirkannya di sana."

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved