Kabar Artis
Di Tengah Kritik untuk DPR, Tasya Kamila Blak-blakan Alasan Ogah Nyaleg: Takut Jual Moral
Tasya Kamila blak-blakan alasan ogah nyaleg meski ditawari partai. Ia takut harus menjual moral dan idealisme demi kursi DPR.
Penulis:
Rinanda DwiYuliawati
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
TRIBUNNEWS.COM - Gelombang kritik terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belakangan makin deras.
Mulai dari isu tunjangan anggota dewan, kenaikan pajak, hingga kasus korupsi yang menyeret beberapa wakil rakyat.
Puncaknya, demonstrasi masyarakat di depan Gedung DPR pada Kamis (28/8/2025), kemarin, menyoroti kinerja wakil rakyat yang dinilai jauh dari harapan publik.
Di tengah situasi itu, banyak artis ikut menyampaikan kritik dengan cara masing-masing.
Salah satunya datang dari presenter dan penulis lagu Tasya Kamila.
Mantan penyanyi cilik itu bahkan sempat didorong warganet untuk maju menjadi anggota DPR.
“Kenapa nggak Kak Tasya aja yang jadi DPR, biar yang pintar-pintar aja yang jadi DPR,” tulis seorang netizen, yang diunggah ulang Tasya di unggahan Instagramnya, @tasyakamila, dikutip Tribunnews, Sabtu (29/8/2025).
Menanggapi hal itu, Tasya buka suara panjang lebar.
Wanita berusia 32 tahun ini mengaku sebenarnya pernah memiliki keinginan untuk maju menjadi anggota legislatif.
Terutama setelah menyelesaikan pendidikan S2 di bidang kebijakan publik.
“Ada banget dulu tuh masanya punya keinginan ke situ. Apalagi S2 kemarin belajar soal kebijakan publik, pengin bisa perjuangin kebijakan energi bersih dan lingkungan hidup, buka banyak kesempatan green jobs buat tenaga kerja WNI. Pokoknya pengin perjuangin keberlanjutan bumi,” kata Tasya.
Baca juga: Bawa 2 Anak Liburan ke Jepang Tanpa Pengasuh, Tasya Kamila Panik saat Terkunci di Shinkansen
Namun, keinginan itu urung ia wujudkan setelah mengetahui seluk-beluk proses pencalonan legislatif (nyaleg).
Menurut pelantun lagu Libur Telah Tiba ini, jalur politik penuh tantangan, mulai dari persoalan modal hingga kompromi dengan kepentingan partai.
“Beberapa partai udah nawarin aku, sampai ada ketumnya yang nelfon langsung. Tapi aku belum percaya diri. Apalagi pas dapat cerita soal modal finansial buat maju. Waduh, buat terpilih kan modalnya juga gede ya. Kalau minta dari ‘investor’, nanti harus kasih return lagi. Takut,” ungkapnya.
Selain itu, Tasya menyoroti bahwa banyak keputusan strategis di parlemen tidak bisa diambil secara independen, melainkan harus mengikuti garis partai.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.