Satgas Rafi Pertamina Siagakan Kebutuhan BBM, Elpiji dan Avtur

Satuan tugas Ramadhan dan Iedul Fitri (Satgas Rafi) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mulai siaga menyiapkan kebutuhan BBM, elpiji dan avtu

Satgas Rafi Pertamina Siagakan Kebutuhan BBM, Elpiji dan Avtur
TRIBUNJATIM.COM
Ilustrasi 

Satuan tugas Ramadhan dan Iedul Fitri (Satgas Rafi) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mulai siaga menyiapkan kebutuhan BBM, elpiji dan avtur. Satgas memprediksi kenaikan kebutuhan BBM dan elpiji. Sementara untuk avtur masih terdampak penurunan jumlah penerbangan.

Dalam acara silaturahim bersama pewarta Selasa (30/04), Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo, menjelaskan persiapan yang dilakukan Satgas Rafi. "Kami memprediksi kenaikan kebutuhan BBM di Sumatera Barat (Sumbar) sebesar 25 persen. Sementara kebutuhan Biosolar diprediksi turun 15 persen akibat pembatasan operasional kendaraan industri," terang Roby.

Pertamax Turbo dan Pertamax diprediksi meningkat sebesar 275 dan 14 persen. Konsumsi Pemium diperkirakan turut meningkat 26 persen atau sebesar 1.700 Kilo Liter (KL) per hari. Meski konsumsi Biosolar diprediksi menurun 17 persen, Pertamina Dex dan Dexlite justru meningkat masing-masing 1788 persen dan 49 persen.

"Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi, kami menyiapkan SPBU kantong di 8 lokasi. Dua diantaranya di Sumbar yaitu di SPBU Kabupaten Agam dan Lima Puluh Koto," ujar Roby. Pihaknya juga menyiagakan dua SPBU Modular di jalur tol Medan - Bukittinggi.

Di sisi elpiji, lanjut Roby, Satgas Rafi mengestimasi penambahan konsumsi elpiji 3 kg subsidi sebesar 11 persen. Atau setara dengan 114 ribu tabung per hari untuk Sumbar.

Penambahan konsumsi pun diperkirakan terjadi pada epiji non subsidi seperti Bright Gas. Konsumsinya diestimasi sebesar 8.546 tabung per hari atau meningkat 9 persen.

Depot, agen dan pangkalan elpiji akan tetap melayani konsumen meski di hari libur. Disamping itu, disiapkan cadangan pasokan dan operasi pasar jika diperlukan.

Adapun untuk kebutuhan avtur, diperkirakan terjadi peningkatan konsumsi sebesar 5 persen pada H-4 hingga H-2 lebaran. Pada saat arus balik di H+2 sampai H+3 lebaran, diprediksi peningkatan serupa.

Namun secara keseluruhan, konsumsi avtur Januari hingga Mei 2019 mencatat penurunan sebesar 21 persen. Hal ini disebabkan berkurangnya jumlah penerbangan dari maskapai.

"Kami menghimbau masyarakat untuk membeli BBM di SPBU dan elpiji di pangkalan resmi Pertamina dengan harga standar. Stok tersedia mencukupi, karena rata-rata ketahanan stok mencapai lebih dari 20 hari," ujar Roby.

Pertamina juga membuka layanan pengaduan dan informasi masyarakat yang dibuka 24 jam melalu Call Center Pertamina 135. Masyarakat yang membutuhkan informasi seputar produk-produk Pertamina seperti BBM, LPG dan Pelumas atau ingin melaporkan kondisi BBM dan LPG di satu wilayah bisa menghubungi nomor telepon 135.

Akses lainnya juga terbuka 24 jam melalui channel social media @pertamina baik di Twitter, Facebook, Instagram, Youtube, serta Linkedin. Informasi lengkap bisa juga mengakses situs www.pertamina.com atau bisa juga download aplikasi MyPertamina. *

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved