64 Rumah Sakit BUMN Siaga Menghadapi Penyebaran Virus Corona

Dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus Corona di Indonesia, 64 Rumah Sakit BUMN bersiaga dengan melakukan sosialisasi tentang infeksi Virus Coro

64 Rumah Sakit BUMN Siaga Menghadapi Penyebaran Virus Corona
Ist
Dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus Corona di Indonesia, 64 Rumah Sakit BUMN bersiaga dengan melakukan sosialisasi tentang infeksi Virus Corona di seluruh rumah sakit BUMN yang ada di seluruh Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus Corona di Indonesia, 64 Rumah Sakit BUMN bersiaga dengan melakukan sosialisasi tentang infeksi Virus Corona di seluruh rumah sakit BUMN yang ada di seluruh Indonesia.

Sosialisasi tentang infeksi virus dengan nama Novel Corona Virus atau Ncov ini di bertujuan untuk membangun pemahaman dan kesadaran tentang penyebaran virus berbahaya ini dan menjalin kerjasama seluruh instansi terkait dengan rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia.

Direkur Utama Rumah Sakit Pertamina Pusat, dr. Fathema Djan Rachmat menjelaskan penyebaran virus Corona ini hanya bisa dicegah dengan membangun kesadaran dan kerjasama semua instansi terkait dengan rumah sakit terutama rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk pemerintah.

“Pemahaman dan kerjasama harus dilakukan oleh semua pihak terkait dan 64 rumah sakit BUMN harus berperan aktif dalam pencegahan penyebaran infeksi Novel Coronavirus di Indonesia,” kata Fathema di Jakarta, Selasa (4/2/2020) lalu.

Fathema menambahkan penyebaran virus ini begitu cepat dan perlu mengambil langkah dengan tetap berhati-hati dan selalu siaga dalam menghadapi kemungkinan yang ada. Rumah Sakit BUMN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dihimbau untuk melakukan kordinasi dengan pihak Kemenkes dan Dinas Kesehatan dari tingkat daerah hingga pusat dan 3 rumah sakit yang menjadi rujukan secara nasional, yaitu RSPAD Gatot Subroto, RS Persahabatan & RSPI Sulianti Saroso

Dalam sosialisasi tersebut, pengetahuan tentang standar penanganan dan identifikasi sumber infeksi, juga digelar peragaaan penggunaan APD - Alat Pelindung Diri yang harus digunakan oleh tenaga kesehatan di rumah sakit oleh Tim PPI RS Pusat Pertamina.

Direktur P2PML Kementerian Kesehatan RI, dr. Wiendra Waworuntu Mkes mengingatkan atas pentingnya edukasi terhadap pasien, keluarga, dan masyarakat sehingga dapat meredam berita hoax yang beredar di masyarakat.

Sementara dr. Robert Shinto, SpPD, PTI-K dari RS Pelni & Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Ilmu Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo, FK Universitas Indonesia memaparkan tentang update situasi terkini, identifikasi kasus yang terjadi dan cara-cara pencegahan yang dapat dilakukan oleh para tenaga kesehatan.

Kepala KKP I Soekarno Hatta, Anas Ma’ruf, menyampaikan berbagai langkah serta skrining yang diilakukan di Bandar Udara untuk menyikapi perkembangan case infeksi Novel Corona Virus (2019-NCov).

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir meminta RS BUMN harus cepat tanggap dalam mencegah masuknya virus tersebut masuk ke Indonesia.

Langkah kesiapsiagaan tersebut dibuktikan dengan membentuk tim gerak cepat identifikasi dan pencegahan penyebaran virus Corona di seluruh Indonesia.

Sebagaimana diketahui, wabah Virus yang berasal dari Tiongkok ini telah menyebar ke 27 negara di dunia, dan telah menjadi perhatian WHO dan Kementerian Kesehatan seluruh negara. Saat ini telah ada 20.626 orang yang positif terinfeksi dengan korban sebanyak 462 jiwa. Angka kematian ini memang masih di bawah angka kematian akibat MERS dan SARS, namun kecenderungannya angka ini akan bertambah, sehingga harus diantisipasi oleh semua pihak.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved