Minggu, 31 Mei 2026

Piala Dunia 2010

Schweinsteiger Kecam Pemain Argentina

Bastian Schweinsteiger memanaskan perseteruan melawan Argentina dengan terang-terangan mengecam pemain Argentina yang tidak menghormati tim lain

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUNNEWS.COM, PRETORIA - Gelandang Jerman Bastian Schweinsteiger memanaskan perseteruan melawan Argentina di babak perempat-final Piala Dunia 2010. Schweinsteiger terang-terangan mengecam pemain Argentina yang tidak menghormati tim lain. Mereka juga kerap melakukan provokasi terhadap wasit maupun pemain lawan.

Schweinsteiger tidak akan lupa saat Jerman bertemu Argentina di perempat-final Piala Dunia 2006. Dalam pertarungan yang keras dan penuh emosi, Jerman akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1. Duel diwarnai dengan perkelahian antara ofisial dan pemain kedua tim.

"Mereka sudah melakukan aksi sebelum pertandingan. Anda bisa melihat bagaimana mereka mempengaruhi wasit. Ini bukan bagian dari pertandingan. Itu menunjukkan sikap tidak hormat. Mereka memang seperti itu," kata Schweinsteiger.

Tak heran bila gelandang Bayern Muenchen ini mengingatkan agar rekan-rekannya tidak terpancing oleh provokasi mereka. Apalagi, Meksiko sudah menjadi korban di babak 16 besar.

Pemain Argentina memprovokasi wasit Robert Rosetti saat mendapat protes dari pemain Meksiko karena mengesahkan gol Carlos Tevez yang jelas-jelas offside. Kedua tim juga sempat terlibat adu mulut di babak pertama.

"Begitulah mental dan karakter mereka. Kami tidak akan terpancing oleh provokasi mereka. Saya berharap wasit langsung memberi kartu kepada pemain yang melakukan provokasi. Saya menyaksikan kelakuan mereka saat menghadapi Meksiko," jelasnya.

Setelah menyingkirkan Inggris di babak 16 besar, Jerman akan menghadapi Argentina di Stadion Cape Town, Cape Town, Sabtu (3/7/2010) mendatang. Sementara, Argentina menang 3-1 atas Meksiko untuk merebut tiket ke perempat-final.(Goal.com)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved