Piala Dunia 2010

Presiden FIFA: Belanda Tidak Fair Play

Presiden FIFA Sepp Blatter mengaku kecewa dengan jalannya partai final yang digelar di Stadion Soccer City, Johannesburg itu.

Presiden FIFA: Belanda  Tidak Fair Play
IST/AP
Presiden FIFA Sepp Blatter bersama anak-anak di Afrika Selatan
TRIBUNNEWS.COM, JOHANNESBURG - Piala Dunia 2010 akhirnya berakhir dengan sejarah baru, yakni Spanyol menjadi juara dunia untuk pertama kalinya. Namun, Presiden FIFA Sepp Blatter mengaku kecewa dengan jalannya partai final yang digelar di Stadion Soccer City, Johannesburg itu.

Spanyol memastikan diri sebagai juara setelah mengandaskan Belanda lewat gol semata wayang Andres Iniesta pada perpanjangan waktu menit ke-116. Tapi, banyak pihak yang mengkritik buruknya penampilan Belanda saat menghadapi Tim Matador itu di partai puncak. De Oranje dinilai tampil tanpa mengindahkan fair play. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pelanggaran yang dilakukan para pemain Belanda dan kartu merah yang diterima John Heitinga.

Blatter sendiri adalah satu pihak yang mengakui Belanda tampil tidak fair play di final Piala Dunia 2010. "Pertandingan final tidak berjalan seperti yang saya harapkan jika mengacu pada fair play," tutur Blatter.

Terkait soal kritikan kepada wasit yang memimpin pertandingan, Blatter memilih tidak ikut menyalahkan. Pasalnya, bukan hak dirinya untuk menghakimi penampilan para wasit Piala Dunia 2010.

"Bukan hak saya untuk menghakimi penampilan para ofisial pertandingan. Saya hanya bisa katakan mereka telah bekerja sangat keras di lapangan mengatur pertandingan," papar Blatter.

"Tugas mereka tidak mudah, benar-benar sangat tidak mudah. Dan mereka juga tidak mendapat bantuan saat menjalankan tugasnya," imbuhnya.(*)

Editor: Juang Naibaho
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved