Partai Final Belanda vs Spanyol tak Diminati Pemirsa

Partai final pertandingan final Piala Dunia 2010, antara kesebelasan Spanyol melawan kesebelasan Belanda ternyata kurang

Laporan wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai final pertandingan final Piala Dunia 2010, antara kesebelasan Spanyol melawan kesebelasan Belanda ternyata kurang diminati untuk ditonton oleh pemirsa televisi Indonesia ketimbang pertandingan perempat final, antara Argentina melawan Jerman.

Tercatat hanya 2,4 juta saja pemirsa televisi di Indonesia yang menonton pertandingan final Piala Dunia, yang dimenangkan oleh kesebelasan negara Spanyol.

Jumlah itu didapatkan berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh The Nielsen Company terhadap pemirsa televisi Indonesia di 10 kota besar, selama periode Piala Dunia berlangsung.

"Perolehan penonton saat pertandingan Argentina melawan Jerman di babak delapan besar memegang perolehan penonton terbanyak sepanjang berlangsungnya Piala Dunia 2010 .
Ditayangkan pada jam tayang utama (22.00 Wib - 23.30 Wib), laga Argentina-Jerman berhasil meraih 5,8 juta orang," tutur Kepala Komunikasi dan Marketing The Nielsen Company, Maika Randini, Rabu (14/7/2010).

Selain itu, laga antara Belanda versus Brazil, juga mendapatkan animo tertinggi kedua oleh pemirsa televisi di Indonesia, dimana tercatat sebanyak 5,6 juta masyarakat Indonesia, menyimak pertandingan tersebut di layar kaca mereka.

Pertandingan lainnya yang tak kalah menjadi primadona, menurut hasil survey The Nielsen Company, adalah pertandingan antara kesebelasan Jerman melawan Inggris di babak 16 besar, dengan 5 juta penonton.

Hasil survey Nielsen juga memperlihatkan, bahwa siaran Piala Dunia masih mendominasi perolehan jumlah penonton terbanyak, walaupun beberapa program sinetron yang diudarakan pada jam tayang utama mulai kembali unjuk gigi.

"Hal ini dimungkinkan karena setelah babak penyisihan group, mayoritas pertandingan tayang pada dini hari, dimana potensi penontonya kebih kecil di jam tayang utama," jelasnya.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved