Piala Dunia 2018

Dejan Lovren Pernah Jual Papan Seluncurnya Demi Nyambung Hidup Usai Perang di Kroasia

Dejan Lovren Pernah Jual Papan Seluncurnya Demi Nyambung Hidup Usai Perang di Kroasia
zimbio.com
Dejan Lovren 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Ketika masih kecil, Dejan Lovren harus merasakan kekejaman perang dan memaksanya untuk mengungsi ke Jerman.

Dibalik prestasi cemerlanganya sebagai pemain sepak bola, Dejan Lovren mempunyai cerita kelam yang terjadi saat dia masih kecil.

Musim lalu, Lovren berhasil membawa Liverpool tampil di final Liga Champions.

Kini, pemain internasional Kroasia tersebut juga berhasil tampil di final di kompetisi yang lebih besar, Piala Dunia 2018.

Namun, di balik itu semua, pemain 29 tahun ini pernah mengalami masa-masa kelam ketika masih belia.

Perang bosnia yang terjadi dari tahun 1992 hingga 1995 sedikit banyak memberikan kenangan yang pahit untuk pemain bertahan ini.

Lovren terlahir dari orang tua berdarah Kroasia di sebuah kota yang bernama Zenica, kota ini dulu masuk di wilayah SFR Yugoslavia, dan sekarang kota ini berada di daerah administrasi Bosnia & Herzegovina.

Lovren bahkan masih ingat akan kekejaman yang dilihatnya saat perang berlangsung.

"Zenica diserang karena itu adalah kota yang lumayan besar. Namun, di daerah-daerah yang lebih kecil, kekejaman terjadi lebih parah. Orang-orang dibunuh dengan kejam. Adik paman saya dibunuh menggunakan pisau didepan orang-orang. Itu adalah masa-masa yang sulit," ucap Lovren.

Keluarga Lovren harus terpaksa mengungsi dari Yugoslavia ke Muenchen, Jerman, karena meletusnya perang Bosnia dimana pada waktu itu Lovren masih balita.

Editor: Toni Bramantoro
Sumber: BolaSport.com
Halaman
12
Berita Terkait

Piala Dunia 2018

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Klasemen Piala Asia

Rank Negara
Total
1China1329265289
2Japan755674205
3Korea Selatan495870177
4Indonesia31244398
5Uzbekistan21242671
Lihat Selengkapnya

Berita Populer