Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Jelang Pilkada, Mendagri Imbau Pilih Pemimpin yang Mampu Selesaikan Covid-19

Tito mengatakan kontestasi politik yang digelar pada 9 Desember mendatang harus dijadikan momentum rakyat untuk menggunakan hak pilih secara tepat.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kanan) bersama Mendagri Tito Karnavian (kiri) bersiap memimpin pertemuan di kantor KPU Pusat, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Pertemuan tersebut membahas mengenai pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak yang akan diselenggarakan pada Desember 2020. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta rakyat memilih pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah Covid-19 beserta dampaknya dalam Pilkada Serentak 2020.

Tito mengatakan kontestasi politik yang digelar pada 9 Desember mendatang harus dijadikan momentum rakyat untuk menggunakan hak pilih secara tepat.

"Di saat inilah rakyat ini gunakan momentum emas ini untuk memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya. Jangan salah pilih," ujar Tito di Kementerian Dalam Negeri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2020).

"Pilih mereka yang punya gagasan, pilih mereka yang berbuat. Yang kira-kira tidak berbuat, yang daerahnya hancur-hancuran karena (pemimpinnya tak bisa menangani) Covid jangan dipilih. Kalau saya berharap begitu," imbuhnya.

Baca: Mendagri: Pilkada Momentum Gerakan Lawan Covid-19

Tito menjelaskan alangkah baiknya pilkada tersebut digiring isunya menjadi pertarungan sehat dengan adu gagasan untuk menangani Covid-19 beserta dampak sosial-ekonominya.

Mantan Kapolri tersebut menyayangkan apabila nantinya ubah terpilih adalah sosok yang tidak memiliki gagasan dan konsep untuk mengendalikan persebaran Covid-19.

Karena itu akan berdampak pada masyarakat.

Rakyat, kata dia, harus menunjukkan kekuatan atau powernya. Di dalam negara demokrasi rakyat hanya dapat menunjukkan powernya dalam pemilihan (election). Sementara di momentum lain sudah diwakili oleh parlemen.

"Kasihan rakyatnya nanti. Berantakan nanti, Covid-nya dimana-mana. Tapi yang punya konsep, keseriusan, kesungguhan, itu yang terbaik, maka pilihlah," kata dia.

Lebih lanjut, Tito berharap pemimpin yang memiliki gagasan dan konsep mengendalikan Covid-19 dapat membantu pemerintah pusat menekan laju persebaran kasus.

"Sehingga akan menekan laju covid. Ketika pusat sudah all out, (dan) daerah juga all out maka akhirnya bisa mengendalikan masyarakat. Karena problema pandemi Covid-19 itu sebenarnya problema bagaimana mengendalikan masyarakat yang berjumlah 270 juta ini taat pada protokol kesehatan," pungkas Tito.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved