Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

PKS Enggan Berspekulasi Soal Pasangan Bejo Sebagai 'Boneka' di Pilkada Solo 2020

Fikri pun menegaskan, DPW PKS Jateng tidak akan mengusung pasangan calon independen tersebut.

KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Pasangan Wahyono-FX Supardjo (Bajo) mendeklarasikan diri maju sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surakarta dari jalur Independen di Pilkada Solo 2020, Sabtu (8/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) enggan berspekulasi terkait pencalonan pasangan Bagyo Wahyono dan FX Supardjo alias Bejo sebagai 'Boneka' di Pilkada Solo 2020.

"Kalau boneka atau tidak tentu kita tidak faham dan saya tidak mau berspekulasi," kata Ketua DPW PKS Jawa Tengah Fikri Faqih saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (22/8/2020).

Fikri pun menegaskan, DPW PKS Jateng tidak akan mengusung pasangan calon independen tersebut.

Pasalnya, ia menduga terjadi banyak masalah hukum terkait majunya paslon Bejo itu.

"Banyak elemen yang mempertanyakan keabsahan paslon ini," tegas Fikri.

Baca: PKS Tak Tertarik Dukung Bagyo Wahyono - FX Supardjo di Pilkada Solo

Fikri juga menjelaskan, sejumlah permasalahan saat pasangan Bejo ini maju Pilkada Solo.

Ia menduga, ada dugaan dokumen yang digunakan untuk mendaftar tidak valid. Sehingga, rawan ada masalah hukum dikemudian hari.

"Nampaknya teman-teman Solo tidak tertarik dengan pasangan ini, karena rawan dimasalahkan secara hukum," ucapnya.

Selain itu, Fikri khawatir jika mendukung pasangan Bejo justru energi akan terkuras menyelesaikan permasalahan yang ada. Bukan malah fokus untuk kampanye maupun pemenangan di Pilkada.

"Bila dukung pasangan ini energi kita tidak di pemenangan nanti malah untuk menangkas masalah-masalah yang muncul saja," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah pengamat berpandangan bahwa pencalonan pasangan Bagyo Wahyono dan FX Supardjo alias Bejo sebagai 'Boneka' di Pilkada Solo 2020.

Hal itu karena salah satu paslon kuat yang sudah resmi maju yakni Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Jokowi akan menang mudah di Pikada Solo.

Sehingga, untuk melihat kesan bahwa proses Pilkada Solo berjalan demokratis dan tidak hanya calon tunggal, maka pasangan Bejo dibuat untuk 'melawan' Gibran.

Hingga saat ini, PKS belum menentukan untuk mengungung pasangan calon di Pilkada Solo 2020.
 

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved