Pilpres 2019

Survei Indikator Paparkan Posisi Jokowi Belum Aman, Ini Alasannya

Hasil survei Indikator menunjukkan elektabilitas calon presiden inkamben Joko Widodo atau Jokowi mengungguli Prabowo Subianto.

Survei Indikator Paparkan Posisi Jokowi Belum Aman, Ini Alasannya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPU Arief Budiman (kiri) bersama Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) dan Ma'ruf Amin (kedua kiri), Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Salahudin Uno (kanan) menghadiri Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Silang Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 yang diikuti KPU, pasangan Capres dan Cawapres, dan 16 partai politik nasional tersebut mengambil tema 'Kampanye anti SARA dan HOAKS untuk menjadikan pemilih berdaulat agar negara kuat'. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil survei Indikator menunjukkan elektabilitas calon presiden inkamben Joko Widodo atau Jokowi mengungguli Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi mengatakan, dalam jawaban spontan dari responden, dukungan untuk Jokowi 46 persen, Prabowo 22 persen.

Dukungan Jokowi belum mencapai 50 persen pada simulasi top of mind.

Namun, Burhanuddin mengatakan kedua calon presiden mengalami tren peningkatan dukungan secara spontan dan relatif berimbang dibandingkan survei sebelumnya.

"Jokowi mendapat dukungan 38,2 persen pada Februari 2018; 39,9 persen pada Maret 2018; 40,6 persen pada Juli 2018; dan 46 persen pada September 2018," ujar Burhanudin di Kantor Indikator, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).

Sedangkan elektabilitas Prabowo sebesar 10,9 persen pada Februari 2018; 12,1 persen pada Maret 2018; 13,9 persen pada Juli 2018; dan 22 persen pada Sepetember 2018.

Baca: Survei Indikator: Citra Sandiaga Lebih Mentereng Ketimbang Maruf Amin

Sementara itu, dalam simulasi dua nama calon presiden, elektabilitas Jokowi mencapai 57 persen dan Prabowo 31,3 persen. Sedangkan yang memilih golput sebesar 1,1 persen.

Tapi, ucap Burhanuddin, elektabilitas Jokowi belum termasuk kategori aman lantaran pemilihan masih 7 bulan lagi.

Untuk simulasi dua pasangan, Burhanuddin menuturkan pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin meraih 57,7 persen suara dan Prabowo - Sandiaga Uno mendapat 32,3 persen.

"Dengan selisih ini, belum masuk kategori sangat aman untuk membungkus kemenangan. Buat pendukung Jokowi, 57 persen harus menjadi pelecut untuk naikin elektabilitas. Sedangkan pendukung Prabowo-Sandi ini bukan akhir perjuangan," ucap Burhanuddin.

Sementara itu, 44,8 persen responden menyatakan kecil kemungkinannya mengubah pilihan. Sedangkan 29,5 persen menyatakan sangat kecil kemungkinan.

"Sebanyak 20,4 persen menyatakan cukup besar kemungkinan dan 4,6 persen responden menyebutkan sangat besar kemungkinan mengubah pilihan presiden," kata Burhanuddin.

Survei dilakukan pada 1-6 September 2018 dengan sampel 1.220 responden yang dipilih berdasarkan metode multi stage random sampling. Berdasarkan jumlah responden, diperkirakan margin of error sebesar lebih kurang 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved