Pilpres 2019
Yandri Mewajarkan Seruan Bupati Boyolali Tidak Pilih Prabowo
Pidato calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto soal Kota Boyolali menuai polemik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Yandri Susanto mewajarkan himbauan Bupati Boyolali kepada warganya untuk tidak memilih pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 pada Pemilu mendatang.
Pasalnya menurut Yandri Bupati Boyolali, Seno Samodro merupakan kader PDIP.
"Oh wajar, kalau tidak memilih Prabowo, kan dia PDIP, masa dia bilang pilih Prabowo," ujar Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (5/11/2018).
Hanya saja menurut Yandri bila Seno mengeleluarkan himbauan tersebut atas nama bupati, maka hal tersebut telah melanggar Undang-undang Pemilu.
"Ya iya. Dan itu kalau dia sampaikan atas nama bupati, dia melanggar Undang-undang Pemilu. Kalau dia sebagai bupati menyampaikan saya bupati Boyolali, itu dia melanggar dan bisa hukum pidana berlaku ke dia," pungkasnya.
Pidato calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto soal Kota Boyolali menuai polemik.
Dikarenakan, pidato yang dianggap gurauan oleh Prabowo tersebut berbuntut panjang hingga membuat masyarakat Boyolali menggelar aksi 'Boyolali Bermartabat', yang digelar Minggu (04/11/2018).
Dalam aksi tersebut, hadir pula Bupati Boyolali, Seno Samodro.
Melalui video yang beredar di YouTube, Seno memberikan pidato di depan para aksi 'Boyolali Bermartabat'.
Seno menghimbau masyarakat Boyolali untuk tidak menganggap serius ucapan Prabowo.
Baca: Y-Publica: Kasus Ratna Sarumpaet Buat Elektabilitas Jokowi-Maruf Melonjak
Namun, dirinya juga tak melarang masyarakat yang ingin turun ke jalan dan menggelar aksi, meskipun tetap dibatasi hingga pukul 23.00 WIB.
"Nyinyir itu jangan ditanggapi dengan serius tapi kita sudah sepakat dengan bermartabat yaitu dengan tidak memilih Prabowo, sekali lagi yang mau ke jalanan silahkan tertib hanya sampai jam 11 (malam)," ujar Seno.
Walaupun ada gurauan atau nyinyiran soal Boyolali, Seno berharap hal itu tidak membuat masyarakat Boyolali tersulut emosi.Menurutnya, hal itu bisa disikapi dengan aksi yang lebih bermartabat.
"Walaupun ada nyinyir terhadap Boyolali ya sudah, wong pak tani melampiaskan rasa unek-uneknya pada pidato Prabowo mau macul (mencangkul) tambah cepet ya gak papa, sing ngegas neng dalan (yang ngegas di jalan) ngeng-ngeng-ngeng monggo (silakan) tak batesi jam 11," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aksi-damai-tampang-boyolali_1_20181104_134805.jpg)