Pilpres 2019

Pada Acara Perayaan Maulid Nabi, Kiai Ma'ruf Minta Pendukung Capres Harus Tetap Rukun

KH Ma'ruf Amin, menyerukan agar para pendukung capres-cawapres terus menjaga sikap toleran dengan tidak saling bertengkar.

Pada Acara Perayaan Maulid Nabi, Kiai Ma'ruf Minta Pendukung Capres Harus Tetap Rukun
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Kiai Ma'ruf Amin dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin (Jamin) di Kota Medan, Selasa (20/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, menyerukan agar para pendukung capres-cawapres terus menjaga sikap toleran dengan tidak saling bertengkar.

Apalagi, Nabi Muhammad SAW juga sudah menunjukkan jalan kelembutan adalah yang bisa merubah.

Hal itu disampaikan KH Ma'ruf Amin dalam tausiahnya di perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin (Jamin) di Kota Medan, Selasa (20/11/2018).

Acara itu dihadiri oleh lebih dari 4000 ribuan warga dan majelis taklim setempat. Hadir Menantu Presiden Jokowi Bobby Siregar, Ustad Yusuf Mansur, dan Walikota Binjai H. Muhammad Idaham.

Kata Kiai Ma'ruf, Islam mengajarkan benar soal sikap toleran itu. Makanya ada kata-kata 'Bagimu agamamu, bagiku agamaku'.

Baca: Ambil Spirit Nabi Muhammad, Relawan Jokowi Amin Gelar Safari Maulid di 10 Kota

"Jadi berbeda partai pun, harus toleran juga. Sesama anggota partai tidak perlu bertengkar. Berbeda capres, sebagai bangsa, kita harus tetap rukun. Inilah namanya toleran. Lakum dinukum waliyadin," kata Kiai Ma'ruf.

Ditegaskan Kiai Ma'ruf, perilaku cinta dan kasih sayang diantara sesama harus terus dikedepankan dan diutamakan. Bayangkanlah sesama laiknya anggota badan kita sendiri. Jika satu anggota badan merasa sakit, maka anggota badan yang lain pun juga akan sakit.

"Ini yang kita pahami. Maka berbeda agama, berbeda suku, tetap kita membangun mawaddah wa rahmah. Bukan saling membenci dan saling memusuhi," kata Kiai Ma'ruf.

Dia bercerita bagaimana memprihatinkannya di sejumlah negara di Timur Tengah. Sesama umat Islam di sana, bisa saling bunuh. Hal itu terjadi di Suriah, Yaman, dan Afghanistan.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved