Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2019

Begini Pidato Ma'ruf Amin via Rekaman Suara di Megawati Institute

Ma'ruf mengajak untuk bersyukur lantaran para pemimpin bangsa telah berhasil meletakkan dasar kenegaraan Indonesia.

Editor: Johnson Simanjuntak
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Megawati Institute 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin batal menghadiri acara diskusi di Megawati Institute, Rabu (28/11).

Akan tetapi pidato Ma'ruf tetap dapat didengar, lantaran pihak penyelenggara diskusi telah merekam pandangan dan perspektif yang bersangkutan.

Di awal rekaman suara yang menggema di ruangan, Ma'ruf tampak menyampaikan permohonan maafnya lantaran tidak bisa hadir.

Baca: Rudapaksa Putri Kandung Selama 14 Tahun, Pelaku Lakukan Ini Demi Muluskan Aksinya

Ia kemudian berharap bahwa pertemuan diskusi itu tetap memberikan manfaat dan nilai terutama sebagai bangsa.

Ma'ruf mengajak untuk bersyukur lantaran para pemimpin bangsa telah berhasil meletakkan dasar kenegaraan Indonesia.

"Itu bukan sesuatu yang mudah, mengingat bahwa bangsa kita itu majemuk dan sangat variatif, agama suku budaya tentu bagaimana membuat landasan kita dalam berbangsa dan bernegara itu sesuatu yang sangat sulit," ujar Ma'ruf, melalui rekaman suara, Rabu (28/11/2018).

Baca: Cek Namamu Sekarang, BKN Umumkan Hasil Verval SKD CPNS 2018 yang Lanjut Ke Tahap SKB

Ia pun meminta masyarakat harus memberi penghargaan bagi Bung Karno selaku proklamator lantaran berhasil merumuskan Pancasila sebagai dasar bangsa.

Apalagi banyak kelompok yang awalnya ingin pikiran paham masing-masing dijadikan dasar negara. Namun, ayah Megawati itu disebut mampu menjadikaj Pancasila sebagai titik temu semuanya.

Menurutnya, bagi tokoh nasionalis, Pancasila adalah kebangsaan yang religius. Sementara bagi kelompok Islam, Pancasila adalah kebangsaan yang bertauhid.

"Disinilah bertemu semua kelompok, Pancasila adalah titik temu yang orang Islam menamakannya sebagai Kalimatul sawwab yaitu satu kata-nya seluruh bangsa Indonesia. UUD 45 juga merupakan suatu kesepakatan Keberhasilan para pemimpin merumuskan bagaimana kita mengelola negara mekanismenya yang tertuang dalam UUD 1945. Itu juga suatu hal yang luar biasa," jelasnya.

Baca: Reino Barack Membuka Hubungan Asmara, Syahrini: Naif Bila Aku Tak Mencintaimu

"Karena itu uud 45 bagi umat islam disebut kesepakatan nasional, ittifaqat wathoniyah. Kesepakatan sesama saudara sebangsa dan setanah air," imbuh Ma'ruf.

Ulama berusia 78 tahun itu juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, seperti halnya paham keagamaan yang agak radikal.

Ia menilai kelompok penganut paham radikal itu sama sekali tidak mengenal kesepakatan.

"Yang mereka kenal adalah islam kaffah, padahal kita di Indonesia adalah islam kaffa ma'al mitsah. Islam yang itu tapi ada mitsah. Tentu berbeda dengan Saudi tidak ada mitsah, karena mereka tidak majemuk. Kita di sini sudah ada kesepakatan dan itu mengikat," kata dia.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan